
17 Cedera Selama Protes di Turki

Ankara, (Antara/Xinhua-OANA) - Sebanyak 17 orang cedera pada Ahad larut malam (30/6) dalam bentrokan selama protes guna mendukung demonstran Taman Gezi di Provinsi Mersin di Turki Selatan, kata kantor berita swasta Turki, Dogan. Bentrokan itu terjadi ketika polisi menghalangi jalan sebanyak 500 pemrotes yang berpawai ke arah Bundaran Perdamaian, kata laporan tersebut. Ditambahkannya, seorang polisi dan dua wartawan termasuk di antara orang yang cedera. Polisi juga menggunakan semprotan air dan gas air mata untuk membubarkan pemrotes yang berusaha memasang barikade guna menghalangi campur tangan polisi, kata laporan itu sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Demonstrasi di Taman Gezi berawal di Istanbul, Kota terbessar Turki, sebagai aksi duduk dengan tujuan melestariakan taman itu pada 31 Mei. Namun aksi tersebut dengan cepat berubah jadi besar dalam bentuk gerakan nasional guna menentang kepemimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan akibat penindasan keras oleh pemerintah. Bentrokan antara polisi dan pemrotes di seluruh negeri itu telah menewaskan paling sedikit lima orang, termasuk seorang polisi, dan melukai sebanyak 5.000 orang lagi. Erdogan pada Ahad (23/6) menyindir pegiat di belakang sejumlah unjuk rasa guna menentang pemerintah selama beberapa pekan sebelumnya. Ia juga membela cara polisi anti-huru-hara, yang menembakkan semprotan air ke arah kerumunan orang di Istanbul sehari sebelumnya. Saat menyaksikan bendera Turki dikibarkan simpatisan Partai Kebebasan dan Keadilan (AKP) di kota Erzurum, Erdogan memuji pendukungnya serta masyarakat umum, yang menolak yang disebutnya rencana melawan negaranya. "Rakyat melihat permainan ini sejak awal dan terganggu atas itu. Mereka (para pengunjuk rasa) berpikir rakyat tidak akan mengatakan apapun. Mereka mengatakan akan membakar dan merusak dan melakukan apa yang mereka mau, namun rakyat tidak akan melakukan apa-apa," kata dia. Aksi besar-besaran pada Ahad (23/6) merupakan peristiwa kelima yang diadakan Erdogan sejak sejumlah protes meletus di Istanbul dalam tantangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintahnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
