Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD Sumbar Siapkan Bantuan Marapi

Kamis, 27 Februari 2014 12:53 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) belum menyalurkan bantuan logistik kebencanaan terhadap warga di sekitar gunung Marapi yang terletak Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. "Sejauh ini, kami baru menyiapkan bantuan logistik, namun untuk distribusinya belum karena hal tersebut terkait dengan status gunung Marapi itu sendiri," kata Kepala BPBD Sumbar, Yazid Fadli di Padang, Kamis. Ia menjelaskan bantuan logistik kebencanaan yang saat ini disiapkan yakni meliputi obat-obatan, tenda komando, tenda keluarga beserta selimut dan alas tidur, sarana MCK darurat, dapur umum, serta makanan siap saji bagi pengungsi. Yazid mengatakan bantuan logistik tersebut saat ini disediakan di gudang BPBD Sumbar, dan sewaktu-waktu siap untuk didistribusikan. "Kami saat ini juga memastikan titik pengungsi dan jalur-jalur distribusi bantuan berjalan lancar," katanya. Ia mengatakan dalam penyaluran bantuan logistik kebencanaan, BPBD Sumbar berkordinasi dengan instansi terkait lainnya, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab), kota, dan tim tangggap darurat yang nantinya juga akan dibentuk. "BPBD Sumbar memastikan jika terjadi bencana erupsi Gunung Marapi semua bantuan logistik akan berjalan dengan lancar," katanya. Seperti dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi (PGA) Bukittinggi, Rabu(26/2) telah terjadi letusan pada gunung tersebut hingga membuat sebagian kawasan di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya arah Barat daya dan Selatan diguyur hujan abu tipis. Seismograf di PGA Kota Bukittinggi, mencatat adanya letusan Marapi cukup besar dengan amplitudo letusan sekitar 30 milimeter dengan durasi 38 detik. Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Warseno mengatakan selama ini dari beberapa aktivitas letusan pada gunung itu, hanya ber amplitudo sekitar 15 milimeter, bahkan banyak yang di bawah 10 milimeter," jelasnya. Terkait aktivitas gunung tersebut, selama Februari 2014, terhitung 1 hingga 25 Februari, telah mengalami 74 aktivitas. Dari jumlah tersebut, aktivitas letusan tercatat sebanyak tiga kali di luar letusan pada Rabu (26/2). Selain itu, katanya juga terjadi satu kali hembusan, satu kali tremor, sembilan kali gempa vulkanik dalam (VA), delapan kali gempa vulkanik dangkal (VB), 48 kali gempa tektonik jauh, serta enam kali gempa tektonik lokal, sedangkan tornello tidak ada aktivitas. (*/agp/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026