
BK DPR Kembali Konfrontir Pernyataan Dirut Merpati

Jakarta, (ANTARA) - Badan Kehormatan (BK) DPR kembali mengkonfrontir pernyataan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Rudy Setyopurnomo dengan sejumlah anggota Komisi XI DPR. Rudy Setyopurnomo datang memenuhi panggilan BK DPR bersama Direktur Keuangan Doni Suherman dan Direktur Niaga Sutan Banuara sekitar pukul 10.30. Pernyataan mereka akan dikonfrontir dengan pernyataan dari beberapa anggota Komisi XI DPR di antaranya Said Butarbutar, Linda Megawati dan Zulkieflimansyah. Kepada wartawan, Rudy kembali tidak berbicara banyak. Dia hanya memberi pernyataan tentang kesiapannya untuk kembali dikonfrontir dengan sejumlah anggota Komisi XI. "Saya sehat dan siap menjawab pertanyaan dari BK DPR," ujarnya. Sehari sebelumnya, BK DPR telah mengonfrontir pernyataan Rudy dengan Anggota Komisi XI dari PDI Perjuangan Sumaryoto. Sumaryoto disebut-sebut sering melakukan pertemuan dengan Rudy. Dalam konfrontir tersebut, Sumaryoto mengatakan Rudy tidak membawa bukti-bukti yang bisa memberatkan dirinya. "Dia tidak membawa bukti-bukti, hanya menceritakan kronologis-kronologis," katanya. Hal serupa juga disampaikan Ketua BK DPR Muhammad Prakosa. Menurut dia, belum ada bukti-bukti kuat yang diserahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo. "Pelapor tidak memberikan bukti-bukti, hanya kesaksian-kesaksian saja," tuturnya. Prakosa juga menyayangkan ketidakakuratan informasi yang disampaikan Dahlan Iskan dan Rudy Setyopurnomo. Misalnya tentang nama-nama anggota DPR yang disebutkan meminta uang. Sebelumnya, Dahlan Iskan telah memberikan sejumlah nama kepada BK DPR, tetapi belakangan dia mengirimkan surat untuk mengganti nama-nama itu. Salah satu nama yang disebutkan belakangan adalah politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhammad Hatta. Dia dilaporkan hadir dalam pertemuan Panitia Kerja Merpati Komisi XI dengan direksi Merpati pada 1 Oktober 2012 dan ikut-ikutan meminta uang. Kepada BK DPR, Hatta menyampaikan bahwa dia tidak menghadiri pertemuan karena sedang menghadiri sosialisasi undang-undang di Klaten yang dibuktikan dengan adanya foto. Akhirnya, Rudy mengakui salah memberikan informasi dan mengklarifikasi bahwa Hatta tidak hdir dalam pertemuan itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
