Logo Header Antaranews Sumbar

Cuaca di Riau Tidak Sehat

Kamis, 20 Februari 2014 19:39 WIB
Image Print
Kabut asap. (Antara)

Pekanbaru, (Antara) - Dinas Kesehatan Riau menyatakan kodisi cuaca dalam beberapa pekan terakhir di beberapa kabupaten/kota tidak sehat karena diselimuti kabut asap pekat seharian penuh akibat terjadi kebakaran hutan dan lahan di provinsi tersebut. "Memang cuaca sekarang sudah tidak sehat lagi. Jadi, kalau beraktifitas di luar rumah harus memakai masker dan langkah penanganan sudah sangat mendesak dilakukan seperti memadamkan titik api ," ujar Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin di Pekanbaru, Kamis. Dinas kesehatan yang berada di kabupaten/kota, lanjutnya, sudah saatnya harus mengambil langkah-langkah penanganan ditengah-tengah masyarakat yang berguna untuk mengeliminir dampak negatif dari kabut asap yang ditimbulkan seperti Insfeksi Saluran Penapasan Akut (ISPA). Status kabut asap yang terjadi di Riau saat ini belum masuk dalam kategori kondisi luar biasa. Namun tahapan tersebut bisa saja terjadi sewaktu-waktu, jika tidak dilakukan penanganan cepat untuk kondisi kabut asap. "Memang saat ini belum dinyatakan pada kondisi luar biasa karena statusnya masih siaga bencana asap. Untuk itulah penganan harus tetap dilakukan dan cepat dilaksanakan, demi menghindari hal-hal yang ditimbulkan dari dampak kabut asap," katanya. Saat ini untuk jumlah penderita ISPA di Riau, diperkirakan terjadi kenaikan yang cukup tajam karena lamanya penanganan kabut asap. Tetapi, dia tidak mengetahui angka pastinya karena belum ada laporan secara terperinci instansi terkait yang berada di daerah. "Oleh karena itu, libur untuk pelajar sekolah di beberapa kabupaten/kota di Riau sangat memungkinkan dilakukan dengan alasan aktifitas yang dilakukan di luar rumah sangat rentan terserang penyakit ISPA," ucap Zainal. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dilaporkan memperpanjang masa libur siswa sampai 20 Februari dari aktivitas belajar bagi murid PAUD, TK, dan SD akibat kabut asap kebakaran lahan dan hutan di daerah itu. "Kondisi kualitas cuaca demikian bisa membahayakan bagi penderita ISPA, pneumoni, jantung apalagi bagi anak-anak sangat rentan terserang ISPA, asma karena usia yang sangat muda, sehingga sekolah memperpanjang masa libur," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Zulfadil. Kebijakan tersebut dilakukan terkait Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan Satelit Terra dan Aqua pagi ini mendeteksi titik panas (hot spot) di Riau meningkat dari 126 menjadi 256 titik tersebar di berbagai kabupaten/kot pada Rabu (19/2). (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026