Logo Header Antaranews Sumbar

Taliban Pakistan Akui Bunuh 23 Personel Keamanan yang Diculik

Senin, 17 Februari 2014 06:37 WIB
Image Print

Islamabad, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu faksi Taliban Pakistan, Ahad larut malam (16/2), menyatakan telah membunuh 23 personel keamanan yang diculik di wilayah suku di Pakistan Barat-laut, Mohmand Agency, demikian laporan media setempat. Umar Khalid Khurrasani, Ketua Faksi Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) yang berpusat di Mohmand Agency, melalui pesan video dan tertulis mengaku mereka telah membunuh 23 personel Polisi Perbatasan (FC) yang diculik pada Ahad di satu tempat yang tak diketahui di Mohmand Agency, kata beberapa laporan. "Kami membunuh personel tersebut untuk membalas pembunuhan anggota kami di penjara negara. Ini adalah pesan buat pemerintah agar menghentikan pembunuhan tanpa proses pengadilan terhadap pegiat kami," kata Khurrasani. Gerilyawan Taliban Pakistan menculik personel FC itu pada 14 Januari 2010, selama satu serangan terhadap pos pemeriksaan Shongari di Mohmand Agency. Menurut beberapa laporan, gerilyawan tersebut mungkin menyerahkan mayat personel FC itu kepada beberapa tetua suku atau meletakkan mereka di wilayah tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Peristiwa itu terjadi saat media Pakistan melaporkan TTP "mungkin mengumumkan gencatan senjata" untuk memberi dukungan lebih banyak buat pembicaraan perdamaian yang berlangsung dengan pemerintah. Laporan media mengatakan pembunuhan baru-baru ini oleh faksi TTP di Mohmand Agence memperlihatkan Taliban Pakistan mungkin tak menyetujui pembicaraan perdamaian atau memiliki usul. Khurrasani, di dalam pesannya, mengatakan mereka akan memutuskan apakah akan bergabung dengan perundingan perdamaian setelah membahasnya dalam pertemuan komite inti kelompoknya. Belum ada tanggapan resmi mengenai pembunuhan personel keamanan tersebut. Jumat pekan lalu (14/2), para perunding yang diberi tugas oleh Pemerintah Pakistan untuk menyelenggarakan pembicaraan perdamaian dengan perantara Taliban memperingatkan berlanjutnya serangan gerilyawan dapat menghentikan proses dialog. Peringatan tersebut dikeluarkan sehari setelah Taliban membom satu kendaraan polisi di Karachi dan menewaskan 13 polisi serta melukai puluhan petugas lagi. Taliban dengan cepat mengaku bertanggung-jawab atas serangan tersebut, yang menciptakan keraguan mengenai keberhasilan pembicaraan perdamaian. Juru Bicara Taliban Shahidullah Shahid mengatakan serangan itu bertujuan sebagai pembalasan bagi anggota Taliban yang telah "tewas di Karachi dan kota besar lain dalam beberapa hari belakangan oleh polisi dan personel paramiliter". Komite dialog pemerintah dan Taliban bertemu di Islamabad pada Jumat guna membahas cara bagi perdamaian dan keamanan di negeri tersebut dan menyampaikan kekhawatiran bahwa berlanjutnya dialog perdamaian jadi tak mungkin dicapai jika kegiatan anti-perdamaian berlanjut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026