
Menkes Ingatkan Penggunaan Masker di Kawasan Terdampak

Yogyakarta, (Antara) - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengingatkan warga yang tinggal di kawasan terdampak debu erupsi Gunung Kelud untuk selalu mengenakan masker sehingga tidak menghirup debu tersebut. "Di lokasi yang kami lewati tadi memang cukup tebal debunya. Ternyata lebih tebal dari erupsi Gunung Merapi, karena itu harus dijaga jangan terhirup, selalu pakai masker," imbau Menteri Kesehatan di Stasiun Kereta Api Tugu, Yogyakarta, Minggu sore. Menurut Menkes, Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan di Yogyakarta dan daerah terdampak yang lainnya terkait persediaan sarana kesehatan dan obat. Pada kesempatan itu ia juga mengapresiasi keputusan Gubenur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk meliburkan anak-anak sekolah dasar. "Itu baik ya, karena memang makin muda, makin sensitif terhadap debu ini. Bapak Gubernur sudah benar dengan meliburkan anak anak sekolah, besok hanya SMP dan SMA yang masuk untuk membersihkan, itu keputusan yang sangat benar," ujarnya. Ia menyampaikan itu saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk meninjau para pengungsi Gunung Kelud. Rombongan Presiden menggunakan kereta api untuk mencapai Kediri mengingat belum beroperasinya sejumlah bandara terdampak. Di sepanjang perjalanan selepas Stasiun Kereta Api Cirebon tampak atap rumah penduduk dan lahan pertanian atau perkebunan yang tertutup debu. Di sejumlah daerah bahkan udara terlihat sangat berdebu karena angin yang cukup besar. Kepala Negara meninggalkan Stasiun Gambir Jakarta pada pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan menempuh perjalanan 12 jam untuk tiba di Stasiun Madiun. Selama perjalanan Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani singgah di empat stasiun yang dilaluinya yaitu Stasiun Cirebon, Purwokerto, Tugu Yogyakarta dan Solo. Erupsi pertama Gunung Kelud yang berada di perbatasan tiga kota, yakni Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang terjadi pada Kamis (13/2), pukul 22.50 WIB. Dan diperkirakan jumlah material vulkanik yang dimuntahkan mencapai 120 juta hingga 200 juta meter kubik. Sebaran abu vulkanik dari Gunung Kelud pada Jumat (14/2) mencapai sejumlah tempat di wilayah Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal tersebut terjadi akibat letusan yang mencapai tinggi 17 kilometer dengan volume material abu sangat besar mencapai 200 juta meter kubik terbawa angin ke berbagai arah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pada ketinggian letusan 1.500 meter hingga 3.000 meter arah angin menuju utara dan timur laut. Sedangkan ketinggian 5.000 meter angin mengarah ke barat laut. Letusan antara ketinggian 10.000 hingga 15.000 meter arah angin menuju ke barat dan barat daya. Sedangkan hingga ketinggian 17.000 meter arah angin menuju ke timur. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
