
AS: Rusia Harus Tekan Rezim Suriah di Pembicaraan Perdamaian

Jenewa, (Antara/AFP) - Rusia harus mendorong Damaskus untuk terlibat serius dalam pembicaraan perdamaian di Jenewa, kata seorang pejabat Amerika Serikat Jumat sementara babak perundingan kedua tampak gagal dan tak mengalami kemajuan. "Kami pikir Rusia mempunyai tanggung jawab untuk menekan rezim Suriah mendekat pembicaraan ini dengan keseriusan," kata pejabat semior AS itu yang tak bersedia namanya disebutkan. Proses pembicaraan yang disebut Jenewa II diprakarsai AS, yang mendukung koalisi oposisi Suriah, dan Moskow, yang menyokong pemerintahan di Damaskus. Sementara babak pertama pembicaraan pada Januari tampak relatif sukses karena berhasil membawa pihak-pihak bertatap muka untuk pertama kali dalam hampir tiga tahun perang saudara di Suriah, para pihak pekan ini bahkan tidak dapat menyepakati satu agenda untuk pembicaraan. Pejabat AS itu menyalahkan kebuntuan pada delegasi rezim itu, yang telah menolak membahas apapun melebihi "terorisme" yang dia persalahkan atas para penentang dan pendukung asingnya. Delegasi rezim itu tidak bereaksi atas proposal yang diajukan pada Rabu oleh delegasi oposisi bagi peralihan politik di Suriah, dan sejauh ini menolak keras saran Lakhdar Brahimi, mediator PBB, bahwa para pihak membahas dua isu secara paralel. "AS ingin ada kemajuan, bagi rezim untuk datang ke meja perundingan dengan maksud serius," kata pejabat AS itu. Sementara pihak oposisi telah mengajukan "beberapa proposal yang konstruktif di meja perundingan," pejabat itu mengatakan rezim tersebut membangun dinding setiap langkah." Sebagai salah satu pemerakarsa pembicaraan, "Rusia mengambil tanggung jawab untuk mendorong rezim itu melakukan apa yang perlu di sini," ujar dia. "Kami berharap dan percaya ... bahwa Rusia akan mendesak rezim itu untuk terlibat dalam cara yang serius dan konstruktif," kata pejabat itu. Ketika ditanya apakah ada indikasi bahwa Moskow mencoba mengajak delegasi rezim itu di Jenewa untuk menyesuaikan langkah, pejabat itu mengatakan "rezim tersebut belum berbuat, dan hanya bicara soal dirinya sendiri." Belum jelas apakah Jumat malam apakah babak kedua perundingan berakhir resmi atau berlanjut ke Sabtu, atau apakah para pihak akan setuju datang lagi untuk perundingan babak ketiga. Sementara Washington masih berkomitmen dengan proses Jenewa II, kata pejabat itu menekankan "pembicaraan untuk tak berarti." Brahimi sendiri bertekad pada kamis untuk mengupayakan, tetapi menambahkan jika tak ada kemungkinan untuk maju dia akan berbicara begitu. "Kalau rezim itu memilih tak serius, jika Rusia sebagai salah satu pemerakarsa memiliki waktu sulit mendesak rezim itu serius, maka seluruh dunia akan melihat ... dan bahwa akan menekan para pihak untuk berbuat lebih," kata pejabat AS itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
