Logo Header Antaranews Sumbar

Kilang Cilacap Normal Meski Terkena Abu Kelud

Jumat, 14 Februari 2014 21:32 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, operasional kilang pengolahan BBM di Cilacap, Jateng tetap normal, meski terkena abu vulkanik Gunung Kelud (1731 mdpl), Kediri, Jatim. Juru Bicara Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Jumat mengatakan, Kilang Cilacap yang berlokasi ratusan km dari Gunung Kelud juga terkena abu gunung yang meletus pada Kamis (13/2) malam tersebut. "Operasi kilang tetap normal, walaupun debu Kelud memang sudah sampai Cilacap," ungkapnya. Menurut dia, sebagai antisipasi, pihaknya menyiapkan filter udara untuk melindungi peralatan yang sensitif terhadap debu berlebihan. Ali juga menambahkan, penyaluran BBM dan elpiji di Jatim khususnya wilayah bencana dan termasuk Jateng tetap beroperasi. Meski, lanjutnya, terhalang debu Kelud yang cukup tebal. "Mobilitas masyarakat juga pastinya berkurang mengingat terbatasnya jarak pandang," ucapnya. Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengawalan penyaluran BBM dan elpiji. "Kami siapkan operasi pasar elpiji di wilayah bencana jika diperlukan, sebagai antisipasi pangkalan tutup karena mengungsi," ujarnya. Asisten Manajer Hubungan Eksternal Pertamina Region 5 Happy Wulansari menambahkan, sejauh ini, tidak ada laporan gangguan operasional SPBU akibat letusan Gunung Kelud. "Tidak ada SPBU yang benar-benar dekat dengan Gunung Kelud. Sejauh ini masih berjalan normal," katanya. Gunung Kelud meletus pada Kamis (13/2) sekitar pukul 22.50 WIB dan menyemburkan abu vulkanik hingga sampai Purwokerto dan Cilacap. Abu tersebut juga membuat sejumlah bandara seperti Juanda, Surabaya, Adi Sutjipto, Yogyakarta, dan Adi Sumarno, Solo tutup. Pihak berwenang sudah memutuskan zona aman akibat letusan Gunung Kelud di atas radius 10 km. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026