
Pemberontak Rwanda Serang Tiga Desa di Perbatasan Kongo

Kigali, (ANTARA/Reuters) - Rwanda pada Selasa mengatakan pasukannya terlibat pertempuran dengan pemberontak FDLR yang menyerang tiga desa di perbatasannya dengan Republik Demokratik Kongo, tetapi seorang juru bicara FDLR membantah petempurnya terlibat. Rwanda pada waktu lalu menggunakan kehadiran FDLR (Pasukan Demokratik bagi Pembebasan Rwanda) sebagai alasan untuk mengintervensi di Republik Demokratik Kongo (DRC). Tetapi kelompok pemberontak, yang menurut para ahli telah berkurang kekuatannya, tidak melancarksn satu serangan penting terhadap Rwanda dalam tahun-tahun belakangan ini. Juru bicara angkatan bersenjata Rwanda Brigjen Joseph Nzabamwita mengatakan sekitar 150 petempur FDLR, satu kelompok pemberontak Hutu yang beroperai di Kongo timur Selasa subuh menyerang desa-desa di distrik Rubavu di provinsi Barat Rwanda yang berbatasan dengan Provinsi Kivu Utara DRC. "RDF (Pasukan Pertahanan Rwanda) terlibat dalam bentrokan senjata. Sejumlah pemberontak lari ke DRC dan yang lain menyebar di Rwanda dalam kelompo-kelompok kecil dan RDF masih terlibat baku tembak dengan mereka," katanya. Ia mengatakan empat petempur FDLR tewas dalam kota senjata tetapi tidak ada warga sipil yang cedera. FDLR, yang menentang pemerintah Kigali yang dipimpin etnik Tutsi dan termasuk tentara Hutu dan milisi diperkirakan ikut serta dalam pembantaian di Rwanda tahun 1994, mmbantah terlibat dalam baku tembak itu. "Sampai sekarang, tidak ada konfirmasi ada satu serangan oleh pasukan kami terhadap Rwanda," kata juru bicara pemberontak FDLR La Forge Fils Bazeye. Misi pasukan perdamaian PBB di Kongo (MONUSCO) melaporkan pertempuran di utara ibu kota Kivu Utara, Goma, yang sejak pekan lalu dikuasai pemberontak M23 yang dipimpin Tutsi. "Ada pertempuran menggunakan artileri berat di utara Goma," kata juru bicara MONUSCO Maounoubai Madnodje. Tetapi ia tidak bisa mengatakan siapa yang terlibat dalam pertempuran itu. Tidak ada konfirmasi independen diperoleh tenang apa yang dikatakan serangan-serangan FDLR ke desa-desa perbatasan itu. Menjawab pertanyaan apakah FDLR memiliki para petempur di daerah yang dilaporkan terjadi pertempuran itu, Bazeye mengataan:" Daerah itu dikuasai M23, kami tidak dapat hidup berdamping dengan M23." Kongo dan para ahli PBB menuduh Rwanda mendukung pemberontak M23 di Kongo timur, satu tuduhan yang dibantah keeas oleh Presiden Rwanda Paul Kagame yang telah lama mengeluhkan bahwa pemerintah Kabila dan pasukan perdamaian PBB tidak melakukan bayak tindakan untuk mengusir FDLR dari daerah itu. Para kepala negara dari negara-negara 'Great Lakes' akhir pekan lalu menyerukan pemberontak M23 menghentikan perang terhadap terhadap pemrintah Presiden Joseph Kabila dan menarik pasukan dari Goma. Panglima militer Uganda Selasa mengatakan pemimpin M23 setuju mundur dari Goma. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
