Logo Header Antaranews Sumbar

Cuaca Buruk Pengaruhi Inflasi Batam

Kamis, 6 Februari 2014 13:11 WIB
Image Print

Batam, (Antara) - Cuaca buruk yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia mempengaruhi angka inflasi di Kota Batam hingga naik dari 0,68 persen pada Desember 2013 menjadi 0,73 pada Januari 2014, kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal. "Faktor cuaca berupa curah hujan dan gelombang laut tinggi sangat mempengaruhi laju inflasi di Bulan Januari 2014," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kamis. Ia mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan produksi sayur-sayuran di daerah penghasil seperti Jawa, Sumatera Utara, dan wilayah Kabupaten Bintan menurun, hingga mempengaruhi berkurangnya pasokan dan berujung pada meningkatnya harga di Batam. Gelombang laut yang tinggi hingga mencapai lima meter di perairan Kepri mengakibatkan aktifitas pelayaran terganggu membuat distribusi pasokan bahan pangan dan lainnya terganggu. "Waktu pelayaran menjadi lebih lama hingga dua hari dan memicu kenaikan harga," kata Gusti Raizal. Di antara bahan makanan yang kenaikannya tinggi yaitu cabe rawit, tomat buah, dan kacang panjang. Selain itu, menurut Gusti Raizal, tekanan inflasi juga bersumber pada kelompok transportasi, komunikasi, keuangan dan kelompok sandang yang terjadi pada beberapa hari menjelang libur panjang pada perayaan Imlek. "Permintaan transportasi yang naik telah mendorong kenaikan harga tiket transportasi terutama pesawat udara. Sementara dari kelompok sandang, harga emas perhiasan juga tercatat naik," kata dia. Sementara itu, Bank Indonesia Kepri mencatat inflasi bulanan Kota Batam lebih rendah dibanding inflasi nasional yang mencapai 1,07 persen atau 8,22 persen dalam tahunan. Sedangkan inflasi di Provinsi Kepri mencapai 0,81 persen month to month atau 7,76 persen "year on year". (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026