Logo Header Antaranews Sumbar

Saham Korsel Jatuh Didorong Pemangkasan Stimulus Fed

Senin, 3 Februari 2014 15:45 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Seoul, (Antara/Xinhua) - Bursa saham Korea Selatan jatuh pada Senin setelah ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek pekan lalu, karena Bank Sentral AS atau Federal Reserve AS memangkas kembali stimulusnya yang berdampak pada pasar lokal. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) merosot 21,19 poin atau 1,09 persen menjadi ditutup pada 1.919,96 dengan volume perdagangan sebesar 226,81 juta saham senilai 3,9 triliun won (3,6 miliar dolar AS). Pasar keuangan beberapa negara telah ditutup sejak Kamis lalu karena liburan Tahun Baru Imlek, di mana The Fed memotong kembali pembelian obligasi bulanannya lebih lanjut sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 65 miliar dolar AS mulai bulan ini. Bank sentral AS memangkas pembelian aset dengan ukuran yang sama pada bulan lalu. Di tengah kekhawatiran atas tambahan pengurangan stimulus (tapering) The Fed, mata uang dari beberapa negara berkembang yang memiliki fundamental ekonomi lemah, jatuh selama dua minggu terakhir. Mata uang Argentina, Turki, Rusia dan Afrika Selatan menunjukkan kinerja yang terus menerus melemah terhadap dolar di tengah kekhawatiran eksodus modal asing. Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.084,5 won terhadap greenback, turun 14,1 won dari penutupan Rabu. Ini adalah penurunan terbesar dalam lebih dari tujuh bulan. Asing adalah penjual bersih di pasar saham lokal dengan melepas saham-saham lokal senilai lebih dari 400 miliar won. Investor ritel dan institusional masing-masing membeli saham senilai 202 miliar won dan 217 miliar won, membatasi penurunan KOSPI lebih lanjut. Sebagian besar saham berkapitalisasi besar berakhir di teritori negatif. Penggerak utama pasar Samsung Electronics melemah 0,6 persen, mempertahankan tren penurunan untuk empat sesi berturut-turut. Produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 1,3 persen dan afiliasinya Kia Motors turun 0,7 persen. Pembuat telepon pintar atau "smartphone" terbesar ketiga dunia LG Electronics merosot 3,5 persen, tetapi raksasa chip memori SK Hynix naik 0,3 persen. Operator mesin pencari web terkemuka NAVER naik tipis 0,1 persen dan pemasok listrik milik negara Korea Electric Power Corp naik 0,7 persen. Harga obligasi berakhir bervariasi. Imbal hasil pada surat utang negara berjangka tiga tahun ditutup tidak berubah pada 2,88 persen, imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun turun 0,01 persentase poin menjadi 3,60 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026