Logo Header Antaranews Sumbar

Saham Korsel Naik Didorong Tanda-Tanda Pemulihan AS

Senin, 23 Desember 2013 15:15 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Seoul, (Antara/Xinhua) - Bursa saham Korea Selatan naik untuk kelima sesi berturut-turut pada Senin, karena keputusan Federal Reserve AS untuk mengurangi pembelian obligasi diterima sebagai tanda-tanda bahwa ekonomi terbesar dunia itu mulai pulih. Indeks acuan KOSPI (Indeks Harga Saham Gabungan Korea) naik 13,54 poin atau 0,68 persen menjadi ditutup pada 1.996,89 dengan volume perdagangan sebesar 218,57 juta saham senilai 3,18 triliun won (tiga miliar dolar AS). The Fed pada pekan lalu memutuskan untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bulanannya sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 75 miliar dolar AS mulai Januari, menyusul data ekonomi positif baru-baru ini. Keputusan itu diakui sebagai keyakinan The Fed bahwa ekonomi terbesar dunia itu mulai kembali ke jalur pemulihan yang stabil. Tingkat pertumbuhan ekonomi AS datang jauh di atas konsensus pasar. Produk domestik bruto (PDB) riil AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 4,1 persen pada kuartal ketiga, naik dari perkiraan sebelumnya 3,6 persen. Investor institusi membeli saham senilai 22,51 miliar won, mempertahankan pembeliannhya untuk ke-14 sesi berturut-turut. Investor ritel mengurangi kepemilikan saham mereka sebesar 262,0 miliar won untuk mengunci keuntungan baru-baru ini, namun investor asing membeli bersih saham lokal senilai 70,4 miliar won. Di antara saham berkapitalisasi besar, saham naik melebihi saham turun. Produsen mobil utama Hyundai Motor naik 1,8 persen dan afiliasinya Kia Motors naik 1,8 persen. Pembuat suku cadang mobil terbesar Korsel, Hyundai Mobis naik 1,2 persen, dan raksasa chip memori SK Hynix naik 4,8 persen. Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.060,7 won terhadap dolar, naik 0,5 won dari penutupan Jumat (20/12). Harga obligasi berakhir bervariasi. Imbal hasil surat utang negara berjangka tiga tahun ditutup tidak berubah pada 2,87 persen, tetapi imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun 0,04 persentase poin menjadi 3,58 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026