Logo Header Antaranews Sumbar

Bursa Saham Korsel Naik Didukung Keputusan BoJ

Selasa, 18 Februari 2014 16:30 WIB
Image Print

Seoul, (Antara/Xinhua) - Bursa saham Korea Selatan menguat pada Selasa, memangkas keuntungan sebelumnya, karena investor ritel memburu saham-saham setelah bank sentral Jepang (BoJ) memutuskan untuk tidak memperluas stimulus moneternya. Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik tipis 0,55 poin atau 0,03 persen menjadi ditutup pada 1.946,91 dengan volume perdagangan tercatat sebesar 198,39 juta saham senilai 2,69 gtriliun won (2,53 miliar dolar AS). KOSPI yang bergerak di teritori negatif di awal perdagangan karena penjualan saham oleh investor asing dan institusi, berhasil berakhir lebih tinggi setelah keputusan bank sentral Jepang untuk mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah. BOJ mengatakan akan mempertahankan program pelonggaran besar tidak berubah setelah pertemuan kebijakan dua harinya, namun investor mendapat isyarat dari keputusan itu bahwa bank tidak akan memperluas stimulus moneter lebih lanjut. Kebijakan moneter yang akomodatif BOJ mendorong yen Jepang terdepresiasi terhadap dolar, meningkatkan kekhawatiran tentang melemahnya daya saing harga untuk pengekspor Korea Selatan yang bersaing sengit dengan rival Jepang di pasar luar negeri. Investor asing dan institusional masing-masing menjual saham senilai 45,7 miliar won dan 27,5 miliar won, tetapi investor ritel membeli 77,8 miliar won saham yang mendorong kenaikan KOSPI. Pengamat pasar mengatakan bahwa pasar saham lokal terguncang oleh sedikitnya peristiwa di tengah kurangnya momentum untuk menggerakkan pasar naik atau turun, memprediksi sebuah perdagangan "box-range" untuk sementara waktu. Saham berkapitalisasi besar berakhir bervariasi. Penggerak utama pasar Samsung Electronics naik 0,8 persen dan raksasa memori chip SK Hynix naik 0,3 persen. Operator nirkabel terbesar Korsel SK Telecom naik 1,3 persen dan kilang minyak mentah terkemuka SK Innovation naik 0,4 persen. Produsen mobil utama Hyundai Motor turun 1,5 persen dan pembuat kapal terbesar di dunia Hyundai Heavy Industries turun 1,6 persen. Produsen baja terbesar Korsel POSCO turun 0,3 persen dan Kia Motors serta LG Chem berakhir di wilayah negatif. Mata uang Korea Selatan berakhir pada 1.065,7 won terhadap greenback, turun 5,2 won dari penutupan Senin. Harga obligasi berakhir lebih tinggi. Imbal hasil pada surat utang negara tiga tahun bertambah 0,01 persentase poin menjadi 2,86 persen dan imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun naik 0,02 persentase poin menjadi 3,52 persen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026