Logo Header Antaranews Sumbar

Rusia Bela Pemerintah Rusia Selama Bantuan Alami Jalan Buntu

Jumat, 31 Januari 2014 11:23 WIB
Image Print

Moskow, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa pihaknya tidak adil untuk menyalahkan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad atas keterlambatan bantuan bagi warga sipil di kota Suriah Homs yang terkepung. Akses ke bantuan kemanusiaan bagi warga sipil yang terperangkap adalah salah satu isu utama yang dibahas pada pembicaraan yang sedang berlangsung antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi utama di Jenewa. Utusan khusus Perserikatan Bangsa Bangsa-Liga Arab Lakhdar Brahimi, yang menengahi diskusi-diskusi bantuan di Swiss, menyatakan sangat kecewanya pada Kamis atas kenyataan bahwa tidak ada kargo kemanusiaan yang telah dikirim ke Homs . "Oposisi dan kekuatan-kekuatan luar tertentu berusaha untuk menahan tanpa dasar tanggungjawab penuh pemerintah Suriah atas keterlambatan dalam memberikan akses ke konvoi kemanusiaan serta penderitaan warga sipil yang terperangkap di zona perang," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan. "Untuk tingkat sepenting ini, ini adalah upaya kesengajaan untuk mendistorsi fakta," kata pernyataan itu. Menurut Program Pangan Dunia PBB, hampir 500 keluarga telah terperangkap di kota terkepung Homs tanpa bantuan selama hampir dua tahun. Pihak berwenang Suriah telah sepakat untuk memberikan akses kepada truk-truk PBB dan membiarkan perempuan dan anak-anak meninggalkan kota yang dilanda perang itu. "Namun, pihak oposisi tidak puas dengan kondisi seperti itu dan menegaskan bahwa gerilyawan yang terluka harus diizinkan untuk tinggal secara bebas," kata Kementerian Luar Negeri. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026