
Korem 032/Wirabraja Buat Posko Penanggulangan Bencana

Padang, (Antara) - Komando Daerah Militer (Korem) 032/Wirabraja Sumatera Barat membuat posko penanggulangan bencana untuk mengantisipasi kejadian bencana di wilayah tersebut. "Provinsi Sumbar merupakan kawasan yang paling rawan terhadap bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir serta tanah longsor, sehingg Korem 032/Wirabraja membuat posko penanggulangan bencana," kata Komandan Korem (Dandrem) 032/Wirabraja Sumbar Kol.Inf Ainul Rahman, di Padang, Selasa. Menurut dia, Korem harus bisa mengantisipasi apabila ditugaskan perbantuan kepada pemerintah daerah dalam rangka penanggulangan bencana alam. "Secara logisnya Korem 032/Wirabraja bersama jajarannya siap dengan kegiatan dalam rangka penangulangan itu sendiri bersama sama pemerintah daerah," ujarnya. Dalam bantuan penanggulangan bencana alam ada suatu tahapan yang harus dilalui, yaitu tahapan sebelum bencana dimana organisasi harus terbentuk dan para personil Militer harus sudah mengerti Prosedur Tetap (Protap) dan aturan main dari penanggulangan bencana alam itu sendiri. Jadi sosialisasi kesiapan dan kemampuan bila dihadapkan dengan sarana dan prasarana serta kemampuan perorangan itu sudah ada dalam tahapan itu sendiri, katanya. "Pada tahap kedua harus mengerti dan mengetahui betul situasi tanggap darurat, pada saat kejadian bencana alam adanya penilaian terhadap eskalasi kejadian, kalau eskalasi dari bencana alam itu sifatnya rendah, daerah itu mampu melaksanakan penanggulanangan bencana," jelas Ainul Hakim. Dia mengatakan, untuk pelaksanaan pelatihan antisipasi tsunami Mentawai, Korem Sumbar siap untuk mengikuti acara yang diadakan BNPB yang bakal dilaksanakan pada 22 hingga 27 Maret 2014. "Korem ikut serta dalam pelaksanaan penanggulangan antisipasi Tsunami di Mentawai, direncanakan dalam acara latihan itu dihadiri langsung Presiden," katanya. Dia menambahkan, kekuatan penuh akan dikerahkan untuk pengamanan kedatangan RI-1 bersama rombongan dalam rangka pelatihan antisipiasi Tsunami di Mentawai. "Pihak TNI dan Polri melakukan pengamanan di ring dua dan tiga, sedangkan pengamanan di ring satu dilakukan oleh pasukan pengamanan presiden sesuai dengan prosedur tetap pengamanan kepala negara," kata dia. Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Yazid Fadhli mengakui adanya latihan untuk menguji sistem penanganan darurat bencana Internasional pada 22 hingga 27 Maret 2014 bertajuk Mentawai Megathrust Direx (MMD) 2014. Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono nantinya juga direncanakan hadir sebagai pembuka MM Direx. MM Direx akan dipusatkan pada dua dari tiga pulau besar di Kepulauan Mentawai, meliputi Sipora dan Siberut, dengan pusat kendali latihan kawasan Indarung, Kota Padang. "Latihan bersama kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa Mengathrust Mentawai yang diikuti 18 negara, termasuk lembaga non pemerintah, maupun Internasional. Nantinya, kegiatan akan melibatkan unsur militer lengkap, ditambah kapal perang, dan alat utama Sistem Pertahanan (Alutsista)," kata dia. Menurut dia, kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI pada KTT Asia Timur pada 19 November 2013 di Bali. "Kegiatan ini untuk sarana dan prasarana dalam sistem penanggulangan bencana yang telah ada. Pelatihan ini diperlukan untuk menguji sistem penangganan darurat dari tingkat daerah, provinsi, pusat dan internasional. Sebab, ini tidak hanya penanganan darurat bagi daerah utama sumber bencana, namun juga kawasan regional," jelasnya. Menghadapi ancaman ini, lanjut Yazid Fadhli, upaya paling efektif adalah menyelamatkan diri dari ancaman tersebut dengan memperbanyak shelter sebagai tempat evakuasi. "Berdasarkan pengalaman gempa bumi yang sering terjadi, jalan evakuasi yang dibangun dinilai tidak efektif karena saat kejadian seluruh jalur evakuasi yang ada di Kota Padang mengalami macet total," jelanya. (*/zon)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
