
Bandara Batam Agar Miliki Ruang Khusus Pemeriksaan

Batam, (Antara) - Wakil Wali Kota Batam Kepulauan Riau, Rudi, menginstruksikan agar seluruh pintu masuk, baik bandara maupun pelabuhan di kota itu miliki ruang khusus pemeriksaan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, untuk menghindari perdebatan di depan umum. "Kami ingin tidak ada perdebatan atau dialog ditempat pelayanan, sehingga tidak mengganggu pengunjung lain," kata Wakil Wali Kota saat membuka Batam Travel Fiesta di Batam, Jumat. Menurut dia, perdebatan antara petugas dan pengunjung di depan umum bisa memicu pertengkaran baru di antrean, sehingga bisa membuat suasana tidak nyaman. Ia meminta tidak ada proses negosiasi di tempat pelayanan. Komunikasi antara petugas dan pengunjung atau warga yang dianggap memiliki masalah harus diselesaikan di ruangan lain yang lebih tertutup. Penyelesaian masalah di tempat pelayanan bisa menambah panjang antrean, karena harus menunggu komunikasi antara petugas dengan warga. "Seperti di Singapura, kalau ada dicurigai, diminta ke ruangan, dibicarakan di sana. Sehingga tidak menimbulkan masalah di tempat pelayanan," kata dia. Wakil Wali Kota kemudian bercerita tentang pengalamannya ketika diperiksa petugas keamanan dan imigrasi Singapura di ruang khusus. "Saya dicurigai teroris. Karena ada teroris yang namanya Rudi. Tapi, saya bukan teroris loh ya...," kata dia. Saat itu, petugas imigrasi meminta Wakil Wali Kota ke ruangan khusus untuk dimintai keterangan. Tidak ada tanya jawab di tempat pelayanan. Dan ketika terbukti Rudi bukan teroris, pihak Singapura mempersilakannya untuk melanjutkan perjalanan. Menurut Rudi, cara itu sangat baik dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya. Jika Batam ingin menjadi daerah tujuan wisata yang baik, maka diharapkan dapat meniru kebijakan Singapura itu, kata dia. "Maaf saja, kami harus jujur, Batam ini masih jauh dibanding negara tetangga yang lain," kata dia. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
