Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah: Banjir Tidak Lumpuhkan Perekonomian

Senin, 20 Januari 2014 14:31 WIB
Image Print
Banjir. (Antara)

Kediri, (Antara) - Pemerintah menegaskan banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia tidak melumpuhkan perekonomian dalam negeri. "Ekonomi tidak terganggu secara keseluruhan, banjir terjadi mikro dan sporadis," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa ditemui saat mengunjungi pabrik milik Perum Perhutani "Plywood Industri" di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin. Ia mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi ini bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di sejumlah negara dunia, seperti angin topan di Filipina, kebakaran besar Australia, cuaca dingin di Amerika Serikat, sampai badai salju yang melanda kawasan Timur Tengah. Ia mengatakan, adanya fenomena ini sebagai peringatan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. Pihaknya juga menyebut, cuaca ekstrem seperti banjir yang terjadi di sejumlah daerah juga membawa pengaruh, terutama soal distribusi, salah satunya bahan bakar minyak (BBM). "Saya dapat laporan dari Direktur Pertamina untuk pengiriman BBM ke Sulawesi Utara dan sebagian Sulawesi Selatan masih terganggu, karena kapal tidak bisa berlayar," ucapnya. Selain masalah distribusi BBM, ia juga mengatakan banjir juga membawa dampak terganggunya industri sampai rencana pendistribusian bahan pokok. Untuk bantuan berupa bahan pokok, ia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan beras sebesar 2,2 juta ton. Beras itu akan didistribusikan ke sejumlah daerah yang mengalami bencana di Indonesia. Pemerintah akan bekerja sama dengan TNI untuk pendistribusian bahan pokok tersebut, terutama di daerah yang sulit terjangkau. "Kami akan gunakan kapal TNI untuk pendistribusian jika diperlukan, namun untuk saat ini belum begitu mendesak," ucapnya. Pihaknya juga menegaskan, masalah bencana ini diharapkan kesadaran semua pihak untuk memperbaiki berbagai macam sarana dan prasarana, di antaranya memperbaiki aliran sungai, hulu sungai, permukiman warga, serta membuka daerah resapan. "Ini sudah menjadi pekerjaan yang penting, dan tidak perlu muluk konsep baru, konsep yang ada dijalankan saja," tegasnya. Banjir melanda sejumlah daerah di Indoensia. Di Sulawesi Utara, banjir bandang dan longsor merusak menewaskan 19 orang, ratusan rumah hanyut, serta ribuan warga mengungsi. Selain di Sulawesi Utara, banjir juga terjadi di Jakarta, mengakibatkan rumah warga terendam, bahkan PLN terpaksa memadamkan gardu, mencegah korban jiwa akibat tersetrum. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026