Logo Header Antaranews Sumbar

Gubernur Ajak Ormas Sinergikan Peran Bangun Daerah

Minggu, 19 Januari 2014 01:19 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat memberikan sambutan pada Muswil ke-1 PEKAT IB di Hall Parik Malintang, Padangpariaman, Sumbar, Sabtu (18/1). (Antara Sumbar)

Padangpariaman, (Antara) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah itu untuk saling bersinergi dengan instansi pemerintah demi percepatan pembangunan daerah. "Ormas mesti ambil bagian dalam upaya pembangunan, perlu ada sinergisitas program antarlembaga, baik itu dengan kabupaten/kota, TNI/Polri, ataupun dengan ormas-ormas yang lain," kata Gubernur saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-1 Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Indonesia Bersatu (IB) di Hall Parik Malintang, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu. Menurutnya, keberadaan organisasi yang memiliki basis massa itu bisa menjadi sangat strategis dalam memperkuat pembangunan karakter putra/putri bangsa, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan cinta tanah air. Dengan begitu, lanjut dia, kelahiran ormas menjadi tidak sekadar upaya berserikat, namun lebih dari itu sebagai bentuk kontribusi masyarakat dalam mempercepat proses pembangunan di daerah. "Kita tunggu kontribusi nyatanya," kata Gubernur. Muswil pertama ormas yang disebut-sebut lahir dengan semangat bela negara dan cinta tanah air itu mengangkat tema "PEKAT IB Sumbar siap memberikan pengabdian terbaiknya demi kepentingan bangsa dan negara". Muswil tersebut dilaksanakan selama satu hari mulai pagi hingga menjelang senja, dengan agenda membentuk tim formatur pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PEKAT IB Sumbar untuk masa bakti 2014-2019. Selain Gubernur, terlihat hadir Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar, dan sejumlah unsur pimpinan SKPD terkait. Pada kesempatan itu, secara terpisah, Ketua Umum DPP PEKAT IB Markoni Koto mengaku siap memberikan kontribusi lebih untuk melanjutkan pembangunan daerah. "Kami siap membela kepentingan bangsa untuk keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, maupun golongan," katanya. Dia menambahkan, selain melakukan aksi solidaritas di sejumlah daerah di Indonesia, PEKAT IB juga melakukan advokasi di beberapa negara, seperti Perancis dan Malaysia guna menfasilitasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tinggal dan bekerja di dua negara tersebut. "Bahkan, dalam waktu dekat ini kami akan segera merumuskan bentuk kerja sama kami dengan beberapa NGO (organisasi non pemerintah, non-governmental organization) yang ada di Malaysia," katanya. Sementara itu, ketika disinggung soal potensi ormas yang bisa saja berubah menjadi partai politik (parpol), ditegaskan Markoni, bahwa PEKAT IB tidak akan mengarah ke sana. "Kami tidak berpolitik, kami adalah organisasi massa yang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan," tegasnya. Saat ini, jumlah anggota aktif PEKAT IB di 34 provinsi sudah mencapai 15 juta lebih. Jumlah itu tersebar di 466 Kota/Kabupaten. Sementara, untuk wilayah Sumbar, jumlahnya masih sekitar 500 ribu lebih. (*/aan/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026