Logo Header Antaranews Sumbar

SMC Mengutuk Pembunuhan Wartawan Metro Manado

Senin, 26 November 2012 08:21 WIB
Image Print
Syahganda Nainggolan

Jakarta, (ANTARA) - Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan mengutuk pembunuhan atas wartawan harian Metro Manado Aryono Linggotu. "Ini memang menggetirkan dan aparat penegak hukum harus tuntas mengusut kasus ini," kata Syahganda di Jakarta, Senin, tentang pembunuhan atas Aryono di Kota Manado pada Minggu pagi. Syahganda menegaskan, berbagai kasus kekerasan yang menimpa wartawan menunjukkan profesi ini sangat rawan dalam perlindungan sebagaimana yang pernah menimpa pada wartawan Harian Bernas di Yogyakarta Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin (1996) serta Anak Agung Narendra Prabangsa, wartawan Harian Radar Bali (2009), serta sejumlah wartawan lain. Sejumlah kasus itu, katanya, akan terus membuat pekerjaan wartawan tidak aman sekaligus berisiko menghadapi ancaman berbagai pihak atas setiap upayanya baik dalam menggali maupun memberitakan peristiwa sesuai azas kebenaran dan fakta-fakta. Menurut dia, pihak kepolisian harus segera membongkar jaringan pelaku pembunuhan pada wartawan demi tegaknya keadilan hukum, termasuk mengungkap motif di balik perbuatannya tersebut. Ia berharap semua kalangan mendudukkan profesi wartawan melalui penghormatan dan sikap bersahabat, di samping menghargai dengan sikap obyektif terkait peran jurnalistik para awak media saat bertugas. "Semua pihak harus mampu menempatkan pekerjaan wartawan dalam prinsip keleluasaan dan kemuliaan tugas, demi mengungkap suatu kebenaran yang menyertai peristiwa. Karena itu, pofesi mulia ini harus dijunjung tinggi serta didukung keberadaannya," katanya. Upaya mengganggu atau merusak kegiatan kewartawanan merupakan cermin kerusakan moral, selain dipandang hambatan bagi adanya kebebasan berekspresi yang dilindungi negara serta diakui oleh nilai-nilai demokrasi dalam masyarakat Indonesia, kata Syahganda. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026