
Polisi Thailand akan Tangkap Pemimpin Protes Anti-Pemerintah

Bangkok, (Antara/Xinhua-0ANA) - Polisi Thailand bersiap menangkap Suthep Thaugsuban, pemimpin unjuk rasa menentang pemerintah saat "pelumpuhan Bangkok" memasuki hari keempat pada Kamis. Wakil Perdana Menteri Surapong Tovichakchaikul mengumumkan bahwa polisi akan dengan cermat, pendekatan terjaga baik, akan menangkap pemimpin unjuk rasa itu, dengan tuduhan pemberontakan dan surat penangkapan sudah dikeluarkan. Suthep dikatakan tinggal di hotel dekat persimpangan Rajprasong, salah satu di antara beberapa persimpangan lain di mana para pemrotes telah menduduki dan memblokade lalu lintas di sana sejak Senin. Menurut polisi, sekitar 40 pengawal diyakini dipersenjatai dengan senjata tangan diketahui akan melindungi Suthep sepanjang jam. Surapong mengatakan, polisi akan membawa pemimpin protes itu ke tahanan tanpa menggunakan senjata, tetapi menolak untuk mengomentari apakah baku-tembak mungkin terjadi antara polisi dan pengawal Suthep. Suthep juga mengancam akan menangkap Perdana Menteri sementara Yingluck Shinawatra dan anggota kabinet sementara lainnya untuk memaksa mereka mundur. Sementara itu, tiga petugas angkatan laut ditahan oleh polisi di satu pos pemeriksaan dekat Gedung Pemerintah pada Rabu malam. Para pelaut itu, termasuk seorang berpangkat letnan dan dua petugas pada Armada Angkatan Laut, ditemukan telah bertindak sebagai pengawal Jaringan Mahasiswa dan Rakyat untuk Reformasi Thailand, kelompok anti-pemerintah lainnya yang bergandeng-tangan dengan Komite Reformasi Demokratik Rakyat Suthep dalam upayanya untuk mendepak Yingluck dari kekuasaan. Tiga senjata tangan .9 mm ditemukan di dalam truck pickup mereka yang menggunakan plat nomor palsu, kata polisi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
