Logo Header Antaranews Sumbar

Aktivitas Marapi Meningkat, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 11 Januari 2014 11:28 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Lubukbasung, (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengimbau warga setempat yang tinggal lereng Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas gunung tersebut yang meningkat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam Bambang Warsito di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan tanda alam tetap dipegang dengan meningkatnya aktivitas Gunung Marapi yang saat ini statusnya berada pada level II, akibat sering mengeluarkan semburan debu vulkanik. "Ini bentuk antisipasi yang dilakukan dengan tujuan menimalisir korban jiwa," kata Bambang Warsito. Bambang Warsito menambahkan, warga diminta untuk tidak melakukan aktifitas di sekitar tiga kolimeter dari puncak gunung. Warga Agam yang bermukim di lereng Marapi sebanyak 138.131 jiwa. BPBD Kabupaten Agam, katanya, setiap saat melakukan koordinasi dengan petugas Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kota Bukittinggi, terkait perkembangan status gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sebelumnya, tambahnya, BPBD Kabupaten Agam telah mengadakan simulasi bagi warga yang tinggal di kaki Gunung Marapi. Simulasi ini setiap tahun diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang langkah yang diambilkan dan memberikan pertolongan kepada warga yang lain. Dia menyebutkan, warga Kabupaten Agam yang rawan akan erupsi Gunung Marapi itu berada di Kecamatan Canduang sebanyak 21.870 dengan rincian, Nagari Canduang Koto Laweh dengan jumlah 8.667 orang, Nagari Lasi sebanyak 5.488 orang, Nagari Bukik Batabuah sebanyak 7.715. Kecamatan Sungai Pua dengan jumlah 24.364 orang dengan rincian yakni, Nagari Padang Laweh sebanyak 548 orang, Nagari Sungai Pua sebanyak 15.899 orang, Nagari Batagak sebanyak 3.255 orang, Nagari Batu Palano sebanyak 2.559 orang, Nagari Sariak sebanyak 2.103 orang. Sementara, Kecamatan Ampek Angkek dengan jumlah 38.758 orang dengan rincian yakni, Nagari Batu Taba sebanyak 5.287 orang, Nagari Biaro Gadang sebanyak 7.167 orang, Nagari Lambah sebanyak 4.255 orang, Nagari Panampuang sebanyak 6.931 orang, Nagari Ampang Gadang sebanyak 8.258 orang, Nagari Balai Gurah sebanyak 5.135 orang dan Pasia sebanyak 1.725 orang. Lalu, Kecamatan Banuhampu dengan jumlah 53.139 orang dengan rincian yakni, Nagari Padang Lua sebanyak 5.667 orang, Nagari Taluak Ampek Suku sebanyak 4.877 orang, Nagari Pakan Sinayan sebanyak 4.851 orang, Nagari Kubang Putiah sebanyak 8.008 orang, Nagari Ladang Laweh sebanyak 5.103 orang, Nagari Cingkariang sebanyak 5.055 orang dan Sungai Tanang sebanyak 2.046 orang. Kecamatan Baso dengan jumlah 17.532 orang dengan rincian yakni, Nagari Koto Tinggi sebanyak 7.885 orang dan Nagari Tabek Panjang sebanyak 9.647 orang. "Kelima kecamatan ini merupakan daerah rawan letusan Gunung Marapi berupa aliran larva, awan panas dan abu vulkanik," katanya. Menurut dia, ini berdasarkan draf rancangan kontijensi menghadapi bencana letusan Gunung Marapi di Kabupaten Agam yang diusulkan ke Provinsi Sumbar. (*/ari/jno)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026