Logo Header Antaranews Sumbar

Program "Beras Genggam" Dapat Berantas Kemiskinan

Kamis, 9 Januari 2014 20:51 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat Muslim Kasim mengatakan program beras genggam (Beragam) yang diprakarsai Wali Kota Padang, merupakan kegiatan luar biasa dan dapat memberantas kemiskinan. "Giatan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir bukan yang biasa-biasa lagi, tapi sudah luar biasa. Apalagi karena kegiatan ini melibatkan lintas agama dan semua elemen masyarakat," kata Muslim Kasim saat pengukuhan Pengelola Beras Genggam (Beragam) di Aula Bank Indonesia Padang, Kamis. Menurut dia, program ini merupakan potensi sangat luar biasa dalam memberantas masalah kemiskinan, maka pantas ide yang sangat cermerlang. Sebab, untuk satu genggam beras saja beratnya lima gram, kalau kepala keluarga Kota Padang berjumlah 125 ribu dan dikalikan 10 gram/kk, maka dalam satu hari bisa mencapai 25 ton. Jadi dalam waktu satu bulan jumlah beras yang terkumpul dengan program ini dapat mencapai 175 ribu ton, dan jika dinilai dengan uang maka setahun bisa 95 miliar. Wagub mengatakan, program ini potensi yang cukup luar biasa, maka komitmen untuk memberi perhatian kepada penduduk miskin di Padang, perlu dilakukan dengan pola ini dan termasuk jaminan kesehatannya. Setiap orang berhak mendapat pelayanan kesehatan, maka tugas pemerintah bagaimana dapat mengurangi beban masyarakat, termasuk dengan program beras genggam. "Satu-satu wali kota (Fauzi Bahar) di Indonesia yang menuntaskan kemisikinan dengan cara beras genggam, inilah yang menjadi luar biasa bahkan melebihi hasilnya dari pada zakat kalau di kelola dengan baik," katanya. Dalam kegiatan ini, hadir pada kesempatan itu Forum Kumonikasi Pimpinan Daerah Sumatera Barat, Kepala SKPD di Lingkungan Kota Padang, Pengelola Beras Genggam Kota Padang, Kecamatan dan Kelurahan, serta tokoh masyarakat di kota itu. Wali Kota Padang Fauzi Bahar yang selaku Ketua Pengelola Beras Genggam menyampaikan, beras genggam melibatkan lintas agama dan lintas apa saja, karena hasilnya diberikan kepada anak miskin, yatim dan lainnya. Dari Pramuka Kota Padang saja sampai saat ini, tambahnya, hasil beras genggam telah terkumpul 350 juta. Dalam kesempatan itu, Fauzi mengajak Wagub Muslim Kasim yang juga Ketua Kwarda Pramuka 03 Sumatera Barat mengikuti hal serupa dan berharap dapat menjadi Ketua Pengelola Beras Genggam Tingkat Provinsi Sumatera Barat. Selanjutnya, penghasilan dari zakat saja pada saat ini di Padang senilai Rp19,2 miliar, optimistis penhasilan beras genggam akan melebihi dua kali lipat dari penghasilan zakat. Ia mengatakan, saat ini anak yatim yang ada di tengah-tengah masyarakat kota padang lebih jauh besar dibandingkan yang berada di panti asuhan. Justru itu, wali kota mengajak warga Padang untuk dapat menyisihkan penghasilannya, ketika pengumpul datang menjemput ke rumah pasti ada suka dan dukanya tapi jangan menyerah ini merupakan tugas mulia. "Secara kualitas beras genggam jauh lebih baik dari pada beras raskin," ujarnya. Ketua Pelaksana Wedistar menambahkan program beras miskin di Kota Padang masih banyak yang belum tersentuh. Terkait, masih banyak janda-janda, panti, anak miskin yang patut dapat menjadi perhatian. "Inilah menjadi inspirasinya wali kota membentuk beras genggam. Beras genggam merupakan gerakan sosial, mulia memerangi kemiskinan membantu yang lemah," ujarnya. Jika, nantinya kegiatan beras genggam ini berjalan 75 persen dapat mengatasi masalah kemiskinan bahkan dapat melebihi penerimaa zakat, tambahnya. (*/sir/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026