
Moursi Tiba di Pengadilan Jalani Sidang Perkara Pembunuhan

Kairo, (Antara/AFP) - Presiden Mesir Mohamed Moursi pada Rabu tiba di pengadilan untuk menjalani sidang keduanya dalam perkara percobaan pembunuhan, saat polisi bersiap menghadapi unjukrasa pendukungnya. Sesudah digulingkan militer pada Juli, Moursi dituduh menghasut pembunuhan pegiat oposisi dalam bentrokan di luar istana presiden pada Desember 2012. Dia menggunakan penampilan pengadilan pertamanya pada 4 November untuk menunjukkan pembangkangan dari kaitan perkara itu, bersikeras bahwa ia masih presiden yang sah. Dia diadili dengan 14 terdakwa, termasuk mantan ajudan presidendan pemimpin gerakan Ikhwanul Muslimin-nya. Moursi tiba di gedung pengadilan dengan helikopter. Dia dan rekan-rekan terdakwanya diadili di ruang sidang darurat di dalam gedung akademi kepolisian di luar Kairo, tempat yang sama yang digunakan untuk pengadilan pendahulunya yang digulingkan, Hosni Mubarak, atas tuduhan yang sama. Satu koalisi Islam yang dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin telah menyerukan untuk "unjuk rasa satu juta orang" bertepatan dengan persidangan, yang diperkirakan akan dimulai pada sekitar pukul 08.00 GMT. Pengadilan Moursi dipandang sebagai batu ujian bagi pemerintah baru Mesir, yang telah mendapat serangan berat. Dengan lebih dari 1.000 orang tewas sejak penggulingan Moursi dan ribuan anggota Ikhwanul ditangkap, kemungkinan rekonsiliasi politik di negara Arab yang terbesar dan terpadat penduduknya itu kemungkinan makin menjauh. Moursi juga akan menghadapi pengadilan terpisah atas tuduhan spionase dan berkolusi dengan gerilyawan untuk melakukan serangan-serangan di Mesir. Ia terlempar dari kantor bawah tanah Ikhwanul Muslimin yang lama dilarang menjadi presiden yang dipilih secara bebas pertama Mesir pada Juni 2012 setelah menggulingkan Mubarak dalam gerakan musim semi Arab 2011. Tetapi baru setahun kekuasaannya dirusak oleh kekacauan politik, bentrokan mematikan dan krisis ekonomi yang melumpuhkan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
