Logo Header Antaranews Sumbar

Gunung Sinabung 106 Kali Erupsi

Senin, 6 Januari 2014 14:32 WIB
Image Print
Gunung Sinabung. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, terjadi 106 kali erupsi Gunung Sinabung dalam dua hari terakhir. "Sejak Sabtu (4/1) sampai sekarang Gunung Sinabung terus menerus meletus dan erupsi sudah terjadi ratusan kali," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan hingga Senin siang (6/1) sudah terjadi 115 kali erupsi Gunung Sinabung sejak Sabtu lalu. Dalam dua hari terakhir yaitu terjadi erupsi sebanyak 106 kali, gempa hybrid 1.545 kali, dan guguran awan panas sebanyak 426 kali. Gempa hybrid yang mencapai ribuan kali tersebut menandakan bahwa suplai magma ke permukaan masih berlangsung secara intensif. Bahkan, tambah Sutopo, kondisi kubah lava terlihat sudah mulai ada yang meluber ke arah timur guguran baru sejauh 500 meter. Apabila suplai dari bawah masih berlangsung maka guguran awan panas akan masih berlangsung dan dapat meluber ke arah timur. Akibat lain lain letusan yang terjadi akan disertai dengan lontaran material dalam radius lima kilometer. Hingga saat ini terjadi luncuran awan panas ke arah tenggara dan selatan dengan jarak hingga mencapai 4,5 kilometer. Akibat Sinabung terus meletus, pengungsi terus bertambah. Saat ini pengungsi berjumlah 21.893 jiwa atau 6.815 KK tersebar di 33 titik pengungsian. Sebanyak 1.204 jiwa, 179 ibu hamil, dan 606 bayi ikut mengungsi. Pengungsi berasal dari 25 desa dari empat kecamatan di Kabupaten Karo. "Kita mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Status Sinabung tetap Awas (level IV) dengan radius lima km dan tujuh km di sisi tenggara jalur awan panas pemukiman penduduk harus dikosongkan," tambah dia. Adanya material abu dan pasir vulkanis di sisi tenggara dan selatan dapat berpotensi menjadi lahar dingin jika hujan berintensitas tinggi. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026