
36 Ribu Odha Terima Terapi ARV pada 2013

Jakarta, (Antara) - Sebanyak 36.483 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mendapatkan terapi anti retroviral (ARV) pada tahun 2013 atau meningkat dari tahun 2005 dimana hanya 2.381 orang yang menerima terapi serupa. "Perkembangan pengendalian HIV-AIDS di Indonesia telah menunjukkan hasil yang cukup baik, hal ini dapat dilihat dari gambaran penerima terapi ARV yang meningkat," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya di Jakarta, Selasa. Meski demikian, Kementerian Kesehatan juga mencatat penemuan kasus secara dini untuk HIV dari tahun ke tahun meningkat dimana jumlah penderita HIV tahun 2005 sebanyak 895 dan pada tahun 2013 sebanyak 20.397 orang. Sedangkan jumlah penderita AIDS pada tahun 2005 sebanyak 4.987 orang dan pada tahun 2013 sebanyak 2.763 orang (data September 2013). "Tingkat Case Fatality Rate (CFR) juga menurun dari 13,65 persen pada tahun 2004 menjadi 0,85 persen hingga September 2013," ujar Tjandra. Kementerian Kesehatan secara intensif melakukan pengendalian HIV-AIDS diantaranya melalui pembuatan pedoman nasional dan modul-modul pelatihan untuk petugas kesehatan seperti ToT Voluntary Counseling and Testing (VCT) yang dilanjutkan dengan pelatihan VCT, serta pelatihan Care dan Support and Treatment (CST). "Pelatihan-pelatihan ini terus dilakukan untuk menambah jumlah fasilitas layanan kesehatan yang dapat memberikan layanan ARV bagi ODHA. Selain VCT dan CST, juga disusun modul pelatihan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) dan Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT)," papar Tjandra. Kementerian Kesehatan juga disebutnya bekerjasama secara Lintas Program dan Lintas Sektor terkait dalam pengendalian HIV-AIDS antara lain dalam pengembangan Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA), program Kolaborasi TB-HIV, kampanye ABAT dan penandatanganan Kesepakatan Bersama lima Menteri yaitu Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Sosial dan Menteri Dalam Negeri. "Selain itu juga diluncurkan implementasi Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKBP) yang ditahap awal telah dilakukan oleh 15 kabupaten/kota dan saat ini telah mencapai 75 kabupaten/kota," kata Tjandra. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
