Logo Header Antaranews Sumbar

Lapas Padang ikutkan 101 WBP program penyetaraan pendidikan

Kamis, 23 Juli 2026 16:23 WIB
Image Print
Pembukaan program penyetaraan pendidikan yang diikuti oleh warga binaan di Lapas Padang, pada Kamis (23/7). ANTARA/FathulAbdi

Padang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Muaro Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengikutkan 101 warga binaan dalam program penyetaraan pendidikan yang dibuka secara resmi pada Kamis (23/7).

Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sumbar Kunrat Kasmiri di Padang mengatakan program tersebut terselenggara berkat kerjasama antara Lapas Padang dengan Pemerintah Kota Padang khususnya dinas pendidikan.

"Lewat program ini kami berusaha memenuhi hak pendidikan warga binaan sekalipun mereka sedang menjalani masa hukuman," katanya usai pembukaan.

Ia mengatakan pendidikan adalah hak yang tetap harus diperoleh oleh warga binaan baik itu yang berstatus narapidana maupun tahanan.

Hak tersebut dijamin oleh negara melalui Konstitusi, Peraturan Perundang-undangan, hingga instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Ia mengatakan dengan program tersebut warga binaan yang belum memperoleh pendidikan atau yang putus sekolahnya di masa lalu, bisa kembali melanjutkan.

Sementara itu Kalapas Padang Ronaldo Devinci Talesa menerangkan ada 101 warga binaan Lapas Padang yang mengikuti program penyetaraan pendidikan.

Para peserta mengikuti program pendidikan untuk kategori paket A sebanyak 39 orang, paket B 34 orang, dan paket C 28 orang.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pendidikan yang diperoleh oleh warga binaan pemasyarakatan bukan semata tentang mendapatkan ijazah semata.

Namun lebih dari itu, pihaknya mengharapkan pendidikan bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan derajat para peserta.

"Harapannya adalah pola pikir dan perilaku mereka berubah, sehingga mereka tidak lagi melakukan kejahatan di masa datang," jelasnya.

Ia mengatakan bekal pendidikan juga akan memudahkan warga binaaan untuk kembali dan berbaur dengan lingkungan sosial masyarakat.

Ronaldo mengatakan sejalan dengan pendidikan formal itu, pihaknya juga terus menggulirkan program pembinaan kemandirian kepada warga binaan.

Program kemandirian itu berupa kegiatan yang melatih kemampuan atua skill seperti produksi sendal hotel, peternakan itik, pembuatan kue, hingga bidang teknik konstruksi.

Pembukaan program penyetaraan pendidikan itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang fadly Amran beserta jajaran dari dinas pendidikan kota.

Ia menyambut baik program yang digulirkan oleh Lapas Padang itu, karena walau bagaimanapun warga binaan di Lapas Padang tetap warga Kota Padang.

"Pemerintah siap bersinergitas dan berkolaborasi untuk mendukung setiap program positif yang dijalankan oleh Lapas Padang," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026