Logo Header Antaranews Sumbar

TPM UNAND hadirkan Dome Pengeringan Kerupuk tingkatkan produk lokal di Agam

Jumat, 10 Juli 2026 15:56 WIB
Image Print
Rumah Pengeringan (Dome) produk lokal di Nagari Koto Tangah, Kabupaten Agam yang dirancang oleh Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Universitas Andalas (UNAND). ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas (UNAND) melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warga di Kabupaten Agam untuk meningkatkan potensi produk agar mampu bersaing hingga ke pasar internasional.

Ketua Tim, Mislaeni, menjelaskan bahwa terdapat beberapa fokus dalam kegiatan pengabdian ini yang utamanya adalah melakukan perbaikan pada proses pengeringan kerupuk berbahan ubi kayu yang selama ini masih mengandalkan cara konvensional.

"Biasanya mereka hanya mengandalkan cara sederhana dengan menjemur kerupuk di bawah sinar matahari langsung di ruangan terbuka. Maka dari itu, kami dari pihak akademisi merancang sebuah dome atau rumah pengeringan," kata Mislaeni, Jumat (10/7).

Inovasi rumah pengeringan ini dirancang agar proses pengeringan menjadi lebih higienis, cepat, dan memiliki bentuk produk yang lebih baik. Selain itu, alat ini mengurangi ketergantungan pada cuaca, sehingga proses produksi tidak terganggu saat turun hujan.

Dome pengeringan keripik itu berbentuk ruang tertutup di ruang terbuka ukuran 1x2 meter dengan konstruksi menggunakan rangka hollow galvanis anti karat sistem bongkar-pasang serta dilengkapi dengan kipas sirkulasi dan exhaust fan untuk mengatur kelembaban dan suhu secara otomatis.

"Rumah pengeringan ini menggunakan sistem rak yang mampu menampung sekitar 20 nampan dalam sekali proses pengeringan. Selain perbaikan alat, tim dosen juga memberikan pendampingan terkait variasi rasa, desain label kemasan, serta bantuan legalitas usaha," kata Mislaini.

Kegiatan pendampingan yang melibatkan sekitar 50 mahasiswa ini direncanakan berlangsung selama 6 bulan. Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM Kerupuk Ubi Kamang dapat terus meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat memperluas jangkauan pasar.

Walinagari (Kepala Desa) Koto Tangah, Amrizal Gunawan merespon positif dan menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang diangkat oleh Universitas Andalas.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Kota Tengah sebagai "Nagari Kreatif Hub" yang berupaya memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Hampir separuh dari total 28 jorong memiliki unit usaha pengolahan kerupuk kamang. Pihak universitas telah melakukan pembinaan terkait pengelolaan secara higienis, termasuk cara pengurusan ijin usaha dan lainnya," kata dia.

Ia berharap, kegiatan pengabdian masyarakat UNAND tidak hanya membantu UMKM memasarkan produksinya di daerah Sumatera Barat saja, tetapi juga mampu memasarkan produk UMKM hingga ke tingkat internasional.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026