
Kemdiktisaintek ajak politeknik perkuat kemandirian teknologi nasional

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan meminta kepada perguruan tinggi politeknik untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Dalam keterangan di Jakarta, Minggu, Wamen Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi terapan harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa, terutama dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
"Perguruan tinggi vokasi memiliki posisi yang sangat penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dari kampus-kampus vokasi inilah lahir berbagai solusi yang dapat memperkuat daya saing dan kemandirian bangsa," katanya.
Fauzan mengungkapkan penguatan pendidikan tinggi vokasi menjadi semakin penting di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen, sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masih berada pada angka 32,89 persen.
"Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang bagi perguruan tinggi vokasi untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," ujarnya.
Sementara itu, data BPS menunjukkan bahwa impor mesin dan peralatan mekanis mencapai 10,75 miliar Dolar AS pada periode Januari–April 2025 dan menjadi salah satu komoditas impor nonmigas terbesar nasional.
Oleh karena itu, penguatan pendidikan tinggi terapan menjadi langkah strategis untuk membangun kapasitas teknologi dalam negeri.
"Kampus adalah pusat lahirnya sumber daya manusia unggul dan riset-riset terbaik bangsa. Kami mendorong transformasi pendidikan tinggi agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong masyarakat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi," katanya.
Menurut dia, visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui investasi jangka panjang pada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Selain kompetensi teknis, perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab membangun karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan memiliki etos kerja yang kuat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemdiktisaintek ajak politeknik perkuat kemandirian teknologi nasional
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
