Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Palembang copot jam analog Jembatan Ampera

Senin, 4 Mei 2026 22:08 WIB
Image Print
Jam Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan. (ANTARA/M Imam Pramana)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan mencopot jam analog Jembatan Ampera untuk dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa setelah rapat koordinasi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan jam Ampera tersebut dianggap menyesatkan warga karena tidak menunjukkan waktu yang pas.

Untuk memperbaiki, Pemkot Palembang tidak mempunyai kewenangan karena merupakan kewenangan BBPJN Sumsel.

"Dalam rapat tadi, saya minta dicopot dulu jam itu, dan disetujui, sembari dicarikan solusinya," katanya.

Ia menambahkan bahwa dalam menanggapi permasalahan di Kota Palembang, pihaknya sering kali harus melakukan koordinasi, terutama di internal birokrasi, sehingga sering dianggap memerlukan waktu lama.

Ia mengaku telah meningkatkan kordinasi dengan Pemprov Sumsel untuk memperlancar kinerja dalam menangani permasalahan publik.

"Gubernur Sumsel cukup responsif, terkait kewenangan itu, bahkan permasalahan jam Ampera ini," katanya.

Jembatan Ampera bukan sekadar infrastruktur penghubung antara wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir, melainkan jantung pariwisata Kota Palembang.

Kawasan di sekitar jembatan, seperti Benteng Kuto Besak (BKB) dan Pasar 16 Ilir, telah menjadi tempat kumpul wisatawan yang ingin menikmati suasana Sungai Musi sambil mencicipi kuliner khas, seperti pempek dan pindang, di atas kapal tongkang.

Mulai awal Mei 2026, Pemkot Palembang menerapkan car free day (CFD) di Jembatan Ampera, setiap Minggu, mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB.



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026