Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD-Basarnas Pasaman Barat sosialisasi dan mitigasi bencana ke sekolah

Selasa, 28 April 2026 04:36 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat Zulkarnain didampingi Komandan Pos Basarnas Pasaman Novi Yurandi saat memberikan sosialisasi dan mitigasi gempa bumi kepada siswa dan guru SMP Negeri 2 Kapar Luhak Nan Duo, Senin (27/4/2026). ANTARA/Altas Maulana.

Simpang Empat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat bersama Basarnas memberikan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi ke sekolah di Kecamatan Luhak Nan Duo, Senin.

"Kegiatannya kita pusatkan di SMP Negeri 2 Kapar Luhak Nan Duo. Sosialisasi itu diikuti 400 orang siswa dan 30 orang guru," kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Setia Bakti didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Zulkarnain di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hari kesiapsiagaan bencanabHKB yang jatuh pada Minggu tanggal 26 April 2026

Melalui sosialisasi dan mitigasi itu, harapnya, seluruh sekolah instansi pemerintah dan swasta melakukan kegiatan mitigasi bencana baik sosialisasi dan simulasi.

Hal itu sangat penting dilakukan karena Pasaman Barat merupakan daerah yang rawan bencana dan hampir seluruh jenis bencana seperti banjir, longsor, abrasi, gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Sosialisasi dan mitigasi bencana alam itu juga diberikan oleh Komandan Pos Basarnas Pasaman Novi Yurandi.

"Para siswa diharapkan bisa menyosialisasikan mitigasi bencana kepada warga seumurnya, termasuk para guru ke warga lainnya," harap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Zulkarnain.

Dia juga mengingatkan kepada warga Pasaman Barat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dengan kondisi curah hujan yang tinggi saat ini.

Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam di Sumbar. Selain memiliki sungai-sungai besar juga memiliki laut dan daerah perbukitan.

"Saat ini personel dan peralatan siaga dengan cuaca ektrem. Selain meningkatkan koordinasi dengan pihak nagari (desa) juga menyiagakan personel dan peralatan jika bencana alam datang secara tiba-tiba," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026