Logo Header Antaranews Sumbar

Kebiasaan makan bersama bantu tingkatkan asupan nutrisi anak

Minggu, 26 April 2026 06:20 WIB
Image Print
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II KemenPPPA Eko Novi Arianti (dua kiri), Senior Vice President of Human Capital Services Group PT Bank Mandiri Sriyani Puspa Kinasih (tiga kiri), dr. Dewi Kartika Suryani (tiga kanan), dan Co Founder Mika Daycare and Preschool Marta Yuliana (kanan) dalam konferensi pers dan peresmian Mika Preschool and Daycare BSD, di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (25/4/2026). (ANTARA/Anita Permata Dewi)

Tangerang (ANTARA) - Kebiasaan makan bersama anggota keluarga membantu meningkatkan kualitas asupan nutrisi pada anak khususnya di bawah dua tahun karena cenderung lebih mau makan, mencoba makanan baru, serta meniru kebiasaan orang di sekitarnya.

"Saat ini masih banyak orang tua yang membiarkan anak makan sambil menonton. Padahal, pada usia dini anak belum memiliki kebiasaan makan yang baik, kecuali dibentuk melalui rutinitas yang konsisten. Membiasakan anak makan bersama adalah kuncinya," kata anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Banten dr. Dewi Kartika Suryani dalam acara peresmian Mika Daycare & Preschool di Serpong, Sabtu.

dr. Dewi Kartika Suryani menjelaskan makan sambil menonton membuat anak pasif dan mengurangi stimulasi, karena tidak ada interaksi yang terjadi.

Sementara itu stimulasi sangat penting terutama pada dua tahun pertama kehidupan hingga lima tahun awal. Anak membutuhkan interaksi aktif, bukan sekadar hiburan pasif.

"Jika di rumah tidak tersedia lingkungan yang mendukung, seperti kehadiran anggota keluarga yang bisa berinteraksi intens, maka penting bagi anak untuk mendapatkan stimulasi dari lingkungan luar," kata dr. Dewi yang bertugas di RS Bunda Ciputat.

Faktor lain mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah kelekatan atau attachment. Anak membutuhkan sosok pengasuh utama yang konsisten agar merasa aman.

"Pergantian pengasuh yang terlalu sering dapat membuat anak merasa tidak nyaman, tidak percaya, dan sulit bereksplorasi. Rasa aman ini penting untuk membangun kepercayaan diri dan perkembangan emosional anak," katanya.

Lalu aspek kesehatan juga berperan besar seperti istirahat cukup dan asupan makanan yang baik akan memiliki daya tahan tubuh lebih kuat.

"Dalam kondisi yang sama misalnya terpapar virus, anak dengan pola tidur dan makan yang baik cenderung lebih cepat pulih dibandingkan anak yang kurang istirahat," ujarnya.

Ia mengatakan tidur menjadi faktor krusial terutama anak di bawah usia empat tahun yang masih membutuhkan tidur siang teratur. Tidur tidak hanya membantu menjaga kesehatan, tetapi juga berperan dalam proses konsolidasi memori.

Misalnya, ketika anak belajar keterampilan baru, seperti merangkak atau aktivitas lainnya, tidur membantu otak menyimpan dan memperkuat pembelajaran tersebut.

"Kombinasi nutrisi yang baik, stimulasi yang cukup, kelekatan yang konsisten, kesehatan yang terjaga, serta lingkungan yang aman akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026