Logo Header Antaranews Sumbar

Pakar yakini Jusuf Kalla bisa bantu meredakan konflik Timur Tengah

Rabu, 1 April 2026 19:25 WIB
Image Print
Pakar hubungan internasional dari Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Maryam Jamilah saat diwawancarai di Padang, Rabu, (1/4/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Pakar hubungan internasional dari Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Maryam Jamilah meyakini sosok Wakil Presiden Indonesia Ke-10 dan 12 Jusuf Kalla bisa menjadi negosiator untuk meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.

"Pak Jusuf Kalla punya track record yang bagus untuk mediasi internasional saya rasa," kata dia Padang, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Maryam menyikapi meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dengan sekutunya Israel melawan Iran.

Apalagi, kata dia, di awal Maret 2026 Jusuf Kalla menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia yakni Mohammad Boroujerdi di kediamannya. Hal itu bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk membantu meredakan konflik lewat kepiawaian Jusuf Kalla berdiplomasi.

Menurutnya, pengalaman Jusuf Kalla dalam mendamaikan beberapa konflik seperti Aceh dan konflik lainnya bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah. Namun, meskipun sosok Jusuf Kalla mempunyai potensi untuk menjadi negosiator, ia tidak dalam posisi yang strategis.

"Pak JK punya potensi, tapi posisinya tidak strategis," ujar dosen UNAND dengan fokus kajian Timur Tengah tersebut.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, seharusnya memiliki sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut diserang.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat era Presiden Megawati Soekarnoputri itu menyebut Indonesia perlu menunjukkan keberpihakan terhadap negara yang menjadi korban serangan. Sikap tersebut penting agar Indonesia tetap konsisten dalam mendorong kerja sama dengan negara-negara di kawasan Asia dan dunia islam.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026