
UNP maknai halalbihalal sebagai ruang refleksi dan perekat sosial

Padang (ANTARA) - Halalbihalal di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) dimaknai sebagai momentum penting untuk membersihkan hati dan mempererat silaturahim di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks.
“Halalbihalal bukan hanya tentang berjabat tangan dan mengucapkan maaf, tapi tentang menyucikan hati dari prasangka, meluruhkan ego, dan menyambung kembali tali kasih sayang yang mungkin sempat terputus,” kata Rektor UNP Krismadinata di Auditorium UNP Air Tawar, Kota Padang, Senin.
Ia mengatakan sebagai insan akademik yang terbiasa berpikir rasional, sistematis, dan kritis, sivitas akademika tetap membutuhkan nilai-nilai spiritual agar ilmu yang dimiliki dapat dibingkai dengan akhlak.
Menurut dia, halalbihalal hendaknya tidak dimaknai sebagai seremoni formal semata, melainkan sebagai upaya nyata untuk memperbaiki hati dan melepaskan beban batin yang selama ini tersimpan.
“Halalbihalal ini hendaknya kita maknai sebagai upaya memperbaiki hati, bukan hanya sekadar memaafkan secara formal, tapi juga benar-benar melepaskan segala beban batin,” ujarnya.
Krismadinata mengajak seluruh sivitas akademika untuk membersihkan diri dari prasangka, menghilangkan rasa dendam, serta menjalin kembali hubungan yang dilandasi keikhlasan.
Senada dengan itu, Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM, Nizam Ul Muluk, mengatakan halalbihalal memiliki makna strategis sebagai perekat sosial, terutama di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
“Dalam perspektif keagamaan, silaturahim adalah kunci pembuka rezeki dan memperpanjang usia. Di tengah dunia yang sedang mengalami guncangan, halalbihalal menjadi semakin penting sebagai perekat sosial,” katanya.
Ia menilai konflik geopolitik global dan berbagai krisis yang terjadi saat ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan antarsesama.
“Ketika dunia diwarnai konflik dan sekat-sekat kemanusiaan, maka halalbihalal yang kita lakukan hari ini menjadi pernyataan moral bahwa kita memilih untuk saling memaafkan dan membangun jembatan kasih sayang,” ujarnya.
Selain itu, acara turut diisi dengan ceramah oleh Wakil Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Zulfa Mustof, dan juga pelepasan 16 jamaah calon haji dari kalangan pegawai UNP sebagai bagian dari doa dan dukungan agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
Pewarta: Melani Friati
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
