Logo Header Antaranews Sumbar

Orang tua di Solok respons positif pembatasan medsos bagi anak

Senin, 30 Maret 2026 09:07 WIB
Image Print
Dua anak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat membuka gawai sebelum berangkat ke sekolah. ANTARA/Rahmatul Laila

Solok (ANTARA) - Sejumlah orang tua di Kabupaten Solok, Sumatera Barat menilai pembatasan akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun sangat penting untuk melindungi tumbuh kembang mereka.

Salah satu orang tua asal Solok, Rahmi Gusniarti (32), Senin, mengaku sangat setuju jika dilakukan pembatasan medsos bagi anak-anak di bawah umur.

Ia juga mengapresiasi langkah yang diatur dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 sebagai turunan dari PP TUNAS (Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak) mengenai penerapan pembatasan akses media sosial dan platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah 16 tahun.

"Saya sangat setuju sekali. Kita sebagai orang tua memang harus melindungi anak dari tayangan medsos. Apa lagi medsos zaman sekarang parah sekali," kata Rahmi.

Ibu empat anak itu juga mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri zaman sekarang anak tidak bisa lepas dari gawai dan medsos. Tantangannya sekarang bukan lagi bagaimana melarang mereka, tapi bagaimana mengarahkan agar anak tidak terlena dengan gawai.

Sebagai orang tua, diakuinya selama ini sudah cukup membatasi anaknya dalam mengakses medsos.

Saat ini Rahmi masih memberikan gawai kepada anak-anaknya, tetapi dengan memberi batasan tayangan yang boleh ditonton.

Orang tua lainnya, Ahmad Efendi (33), juga setuju dengan pembatasan akses medsos bagi anak-anak karena memang rawan bagi perkembangan perilaku mereka.

"Saya juga setuju dengan adanya pembatasan bermain gawai dan medsos bagi anak. Tapi saya termasuk kurang setuju jika ada orang tua yang melarang penuh anak mereka bermain gawai. Karena zaman sekarang kita memang tidak bisa terlepas dari gawai," ujarnya.

Menurut dia saat ini seiring perkembangan zaman dan teknologi, gawai telah bertransformasi menjadi pusat informasi dan alat bantu belajar yang sangat efektif.

"Saya juga tidak bisa membatasi anak-anak pakai gawai, karena segala informasi dan tugas-tugas sekolah mereka ada di situ. Kalau mereka dilarang sepenuhnya, saya takut mereka malah ketinggalan informasi," ujar dia.

Di samping itu, kata dia, konten-konten di medsos juga banyak yang edukatif membahas tentang pelajaran anak.

Saat ini, kata dia, gawai bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan juga buku pintar yang memungkinkan akses pengetahuan tanpa batas, kapan saja, dan di mana saja.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Orang tua di Solok respons positif pembatasan medsos bagi anak



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026