Logo Header Antaranews Sumbar

Sumbar terapkan manajemen talenta untuk tentukan penempatan pejabat

Sabtu, 28 Maret 2026 12:46 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) Arry Yuswandi saat diwawancarai di Kota Padang

Kota Padang (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) Arry Yuswandi mengatakan pemerintah setempat menerapkan manajemen talenta untuk menentukan posisi dan penempatan para pejabat sebelum dilantik.

"Proses penempatan jabatan dilakukan melalui mekanisme penilaian berlapis, yakni pendekatan meritokrasi dan manajemen talenta berbasis pendekatan 360 derajat," kata Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Kota Padang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Sekda Sumbar terkait pelantikan 44 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemprov Sumbar. Pelantikan itu mengacu pada Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 821/1518/BKD-2026 dengan rincian 21 pejabat administrator dan 23 pejabat pengawas.

Hasil penilaian berlapis tersebut kemudian dihimpun oleh Tim Penilaian Kinerja Pegawai sebagai dasar dalam menentukan posisi yang paling tepat bagi masing-masing aparatur sipil negara (ASN).

"Artinya, penilaian ASN yang bersangkutan tidak hanya dari atasannya, tetapi juga oleh rekan kerja dan bawahan. Ini kita terapkan agar memperoleh gambaran objektif terhadap kapasitas dan integritas seseorang," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa proses mutasi dan promosi jabatan di lingkup Pemprov Sumbar kali ini dilakukan secara komprehensif dan hati-hati dibandingkan periode sebelumnya.

"Ini proses yang paling panjang yang pernah kita jalani. Bukan karena hal aneh, tetapi karena kita ingin memastikan orang yang tepat berada di tempatnya agar akselerasi pembangunan daerah semakin baik," ujarnya.

Ia menegaskan seluruh keputusan yang diambil sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan organisasi, bukan kepentingan individu atau hubungan emosional.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemprov Sumbar dalam memperkuat tata kelola birokrasi yang profesional, adaptif dan berbasis kinerja.

"Ini bukan soal keinginan pribadi, tetapi kebutuhan organisasi yang harus kita jawab bersama," tegasnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026