Logo Header Antaranews Sumbar

Penyintas bencana Agam pulang untuk bersihkan rumah sambut Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 12:41 WIB
Image Print
Penyintas banjir bandang memperbaiki saluran air secara manual menggunakan cangkul di Jorong Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (19/3/2026). (ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Agam, Sumbar (ANTARA) - Penyintas banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai kembali ke rumah mereka yang sempat terdampak bencana untuk membersihkan rumah menyambut Lebaran.

Sejumlah warga pada Kamis, tampak melakukan pembersihan secara bertahap, terutama di bagian halaman yang masih tertutup sisa material lumpur dan longsoran.

Salah satu warga, Maswar (64), tampak sedang menyiram halaman rumahnya menggunakan selang air, sementara sang istri duduk di samping rumah melihat proses pembersihan dengan tatapan sedikit kosong.

“Mau Lebaran di sini, beramai-ramai di sini. kami bersihkan halaman dulu, sudah tiga hari ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, warung miliknya yang berada di samping rumah habis tersapu banjir tanpa menyisakan barang dagangan. Selain itu, empang kecil yang dimilikinya juga tertutup material longsor sepenuhnya.

Pria dengan lima orang anak itu masih mengingat dengan jelas besarnya debit air sungai yang membawa material seperti batu dan kayu berukuran besar. Sungai itu berada di samping rumahnya, dengan jarak sekitar 200 meter.

Menurut Maswar, bagian dalam rumah sebelumnya telah dibersihkan oleh relawan. Saat ini, ia menyewa tenaga tambahan untuk mengangkat sisa tanah yang masih menumpuk setinggi sekitar 10 sentimeter di halaman.

Ia berencana menggelar karpet di dalam rumah saat Lebaran dan mengadakan doa bersama keluarga. Keputusan untuk merayakan Lebaran di rumah--alih-alih kontrakan yang sedang mereka hun--juga dipengaruhi keinginan istrinya yang bersikeras mengalami trauma pascabencana.

“Ibu mau di sini, ibu juga harus dijaga perasaan, masih trauma. Ibu stroke tangan sebelah kanan,” tambahnya.

Tak jauh dari rumah Maswar, warga terlihat memperbaiki saluran air secara manual menggunakan cangkul untuk mencegah genangan saat hujan.

Yeni (44) yang menetap di hunian sementara (huntara) Kayu Pasak, mengatakan sejumlah bagian rumahnya mengalami kerusakan, termasuk bagian depan bangunan yang kehilangan kaca akibat hantaman batang kayu saat banjir.

Di halaman rumahnya juga tampak perabotan seperti sofa yang sudah rusak dan tidak lagi dapat digunakan.

Yeni mengaku tetap mempersiapkan rumah lamanya untuk menyambut keluarga yang pulang dari perantauan.

Ia mengatakan telah membeli karpet plastik untuk dibentangkan di dalam rumah meski berada di kawasan zona merah dan tidak diizinkan ditempati saat malam.

“Bekas galodo dibersihkan kalau ada di rantau mau pulang, katanya mau pulang ke kampung, kita bersih-bersih. Nanti ada kue untuk dimakan sama sama. Kalau mau liat rumah huntara kita ajak, kan ibuk satu-satunya yang tinggal di kampung,” ucap Yeni.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 165 orang meninggal dunia.

Korban tersebar di Kecamatan Malalak 16 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Palembayan 136 orang, Ampek Nagari satu orang.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan sebanyak 3.246 jiwa mengungsi, baik ke fasilitas umum seperti masjid maupun ke rumah saudara.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026