
Bom Barel Tewaskan 28 Anak di Suriah

Beirut, (Antara/AFP/Reuters/SANA) - Serangan udara dengan menggunakan bom barel di daerah yang dikuasai pemberontak di Aleppo, Suriah, pada Ahad (15/12) menewaskan sedikit-dikitnya 76 orang, termasuk 28 anak-anak. Jumlah korban tewas setelah pemboman di kota Aleppo dengan bahan peledak dikemas dalam barel kemarin naik menjadi 76, termasuk 28 anak-anak dan empat wanita, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Senin. Bom barel adalah silinder penuh bahan peledak atau barel minyak, yang sering digelundung keluar dari bagian belakang helikopter dengan sedikit upaya untuk mencapai sasaran tertentu, tapi mampu menyebabkan korban dan kerusakan luas dan berarti. Observatory yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa kelompok-kelompok pemberontak di Aleppo mengeluarkan pernyataan meminta warga sipil di bagian kota yang dikuasai pemerintah untuk menjauh dari bangunan keamanan negara, yang kata mereka akan menjadi sasaran pembalasan atas pemboman itu. Pasukan Presiden Bashar al-Assad, memerangi pemberontak dalamKonflik selama dua setengah tahun yang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, sering menyebarkan kekuatan udara dan artileri terhadap kabupaten di seluruh negeri yang dikuasai pemberontak. Mereka telah mampu merebut kembali bagian timur dan tengahAleppo, yang pemberontak melakukan penyerbuan di musim panas 2012, tetapi mereka telah mendorong pejuang pemberontak kembali dari kota-kota di sebelah tenggara dalam beberapa pekan terakhir. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon sebelumnya menegaskan kembali seruannya untuk segera menyelesaikan krisis politik di Suriah karena keberlanjutan konflik akan memiliki dampak besar pada stabilitas di seluruh kawasan. Dalam briefing yang disampaikan pada Jumat di Majelis Umum PBB mengenai laporan senjata kimia yang digunakan di Suriah, Ban juga mengatakan bahwa Suriah sekarang siap untuk penyelesaian politik dalam konteks konferensi internasional yang akan diselenggarakan di Jenewa pada Januari. Dia meminta semua pihak bekerja untuk menghentikan pertempuran dan memenuhi aspirasi rakyat Suriah melalui penyelesaian damai, dan mendesak masyarakat internasional untuk melakukan yang terbaik guna mencapai hal ini. Ban mengatakan dalam laporan komite yang menyelidiki senjata kimia yang digunakan di Suriah, yang dipimpin oleh Ake Selstrom, menegaskan bahwa senjata kimia digunakan terhadap warga sipil dan lokasi militer di lima wilayah di Suriah: Khan al-Assad, Damaskus Ghouta, Jobar, Saraqeb dan Ashrafiyet Sahnaya, sementara itu tidak dikonfirmasi bahwa senjata-senjata itu digunakan di al-Bahariye di pinggiran Damaskus dan di Sheikh Maqsoud di Aleppo. Sekretaris Jenderal menyerukan posisi internasional bersatu menentang penggunaan senjata kimia, menyerukan semua negara untuk bergabung dengan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW)sesegera mungkin. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
