
Surabaya predikat kota terbaik pengelolaan sampah se-Indonesia

Surabaya (ANTARA) - Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) berhasil meraih predikat terbaik pengelolaan sampah se-Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya, Rabu, menjelaskan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2025, Surabaya ditetapkan sebagai Kota Terbaik I dalam Pengelolaan Sampah dengan predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih, dengan perolehan nilai 74,92.
"Alhamdulillah, setiap ada penilaian Surabaya kembali dipercaya menjadi yang terbaik dalam kebersihan dan pengelolaan sampah. Tapi, saya selalu katakan, ini bukan hasil kerja pemerintah kota saja. Ini adalah kerja bersama seluruh warga Surabaya. Matur nuwun sanget (terima kasih banyak) untuk panjenengan (anda) semua yang terus menjaga kota ini,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Menurutnya, tantangan pengelolaan sampah ke depan tidak semakin ringan, karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan membuat volume sampah terus meningkat.
"Kita sadar jumlah sampah tidak pernah benar-benar turun karena penduduk terus bertambah," katanya.
Ia mengatakan justru dari kondisi tersebut pemilahan sampah di rumah tangga dan kampung harus terus digerakkan dan Surabaya harus berani menyatakan perang terhadap sampah.
Ia menjelaskan sebagai kota metropolitan dengan keberagaman suku, agama, dan latar belakang warganya, Surabaya memiliki kompleksitas tersendiri. Namun, keberagaman itu justru menjadi energi positif dalam membangun kesadaran kolektif.
"Kuncinya ada pada komitmen. Komitmen pemerintah kota untuk konsisten menjaga kebersihan, dan komitmen warga untuk sadar bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama," katanya.
Saat ini, produksi sampah Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton per hari yang berasal dari rumah tangga, hotel, apartemen, restoran, hingga pusat usaha lainnya.
Ke depan, kata dia, pelaku usaha seperti hotel dan rumah makan akan semakin didorong untuk mengolah sampahnya secara mandiri agar beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa ditekan.
“Skema itu sebenarnya sudah berjalan, tetapi akan kita perkuat dan masifkan lagi sesuai arahan pemerintah pusat. Jangan semua dibebankan ke TPA. Harus selesai sebagian di sumbernya,” ujarnya.
Ia mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat karena di berbagai kampung, kader lingkungan bergerak mengedukasi warga, mengelola bank sampah, hingga memanfaatkan sampah organik melalui biopori dan metode lainnya.
"Alhamdulillah, respons warga luar biasa. Hampir di setiap kampung ada kader lingkungan yang aktif. Inilah yang membuat Surabaya bisa konsisten menjaga kinerja pengelolaan sampah," ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Surabaya dalam mendukung visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Implementasinya tidak hanya sebatas pengelolaan sampah, tetapi juga penataan kota secara menyeluruh.
"Kita tidak hanya bicara sampah. Penataan kabel listrik dan fiber optik, penertiban baliho yang semrawut, hingga pengembalian fungsi trotoar untuk pejalan kaki juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang bersih dan indah," ujarnya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
