Logo Header Antaranews Sumbar

Saat kentongan menyelamatkan jiwa

Kamis, 12 Februari 2026 22:00 WIB
Image Print
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat meresmikan alat Kekuhan sebagai sistem peringatan dini terhadap bencana berbasis kearifan lokal. ANTARA/HO/Kominfo Lampung Barat

"Kentongan merupakan alat tradisional yang dapat digunakan di situasi seperti apapun. Seandainya terjadi bencana Kekuhan dapat digunakan untuk memberi informasi ke masyarakat dengan harapan tidak terjadi korban jiwa," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo menjelaskan ditetapkannya Kekuhan sebagai sistem peringatan dini berbasis kearifan lokal merupakan salah satu bentuk komitmen sebagai kabupaten tangguh bencana.

“Ada tujuh pola ketukan tanda komunikasi, peringatan pada Kekuhan, pola yang pertama, tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan ada yang meninggal. Dua ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya kemalingan. Tiga ketukan pendek selama tiga kali menandakan kebakaran rumah,” katanya.

Kemudian, empat ketukan pendek selama tiga kali menandakan adanya bencana alam, banjir, longsor dan lainnya. Lima ketukan pendek selama tiga kali jika terjadi kemalingan ternak.

Satu ketukan pendek dilanjutkan sepuluh ketukan panjang ditutup satu ketukan pendek untuk memanggil gotong royong. Ketukan panjang yang dilakukan berkali-kali menandakan bahwa sudah terjadi bahaya atau darurat.

 



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026