Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Serbu Pinggiran Damaskus, Tewaskan 10 Orang

Kamis, 12 Desember 2013 09:47 WIB
Image Print

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Petempur radikal dari Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al Qaida, menyerbu pinggiran Ibu Kota Suriah, Damaskus, Rabu (11/12), dan menewaskan 10 warga sipil --sebagian adalah pegawai negeri. Setelah kekalahan mereka di tiga kota kecil utama di Wilayah Al-Qalamoun di sebelah utara Damaskus, gerilyawan tersebut pada Rabu menyerbu wilayah Adra Al-Umalieh di pinggir Ibu Kota Suriah tersebut, dua hari setelah militer mengusir mereka dari Kota Kecil An-Nabek. Radio pro-pemerintah, Sham FM, mengatakan mayat 10 warga sipil itu masih tergeletak di jalan di Adra dan lebih dari delapan warga sipil dibantai karena masalah perbedaan aliran. "Anggota milisi An-Nusra berkeliaran di jalanan kota," kata laporan tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Ditambahkannya, ribuan warga Adra telah melarikan diri ke daerah Al-Qutaifa dan Hafir At-Tahta --yang berdekatan. Sementara itu ribuan orang lagi telah berlindung di dalam rumah mereka karena khawatir "dibantai" oleh petempur An-Nusra. Meskipun mengatakan petempur radikal membakar rumah pegawai negeri di kota kecil tersebut, radio Sham FM menyatakan satuan militer sekarang mengepung kota kecil itu dalam upaya menyerbunya untuk membebaskan warganya dari petempur fanatik. Kelompok yang memiliki hubungan dengan Al Qaida seperti Front An-Nusra dan Negara Islam Irak serta Levant telah memanfaatkan gerakan anti-pemerintah di Suriah, dan muncul sebagai kekuatan serius di kalangan kelompok gerilyawan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026