
Wamen PPPA: Mikrogreen solusi pemberdayaan perempuan korban bencana

Kota Padang (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengungkapkan mikrogreen atau penanaman sayuran muda yang dapat dipanen dalam masa 7-21 hari bisa menjadi solusi pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi perempuan korban bencana alam.
"Jadi, dapur-dapur umum yang didirikan secara swakelola itu, para ibu-ibu bisa menggunakan solusi mikrogreen," kata Wamen PPPA Veronica Tan di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa.
Wamen Veronica Tan mengatakan pada saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, ia mendapati sejumlah perempuan korban bencana menerapkan konsep mikrogreen di dapur umum.
Para ibu-ibu menaruh kacang-kacangan di atas wadah, dimana empat hari kemudian kecambah mulai tumbuh. Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan maka tanaman ini bisa menjadi sumber protein bagi pengungsi.
Di balik musibah yang terjadi, Veronica Tan melihat ada sebuah kekuatan yang bisa dan harus dimanfaatkan oleh para kaum ibu. Kementerian PPPA berharap para kepala daerah memberikan ruang dan mendukung program pemberdayaan perempuan pada masa pemulihan bencana.
Wamen PPPA itu menilai dapur umum bisa menjadi kekuatan bagi perempuan. Oleh sebab itu pemerintah daerah (pemda) harus bisa memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan tersebut.
"Para perempuan ini yang pada akhirnya ini menjadi sebuah tempat perlindungan untuk anak-anak dan keluarga mereka," ujar Wamen Veronica Tan.
Dalam kunjungan ke Kota Padang, Veronica Tan mengingatkan pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian khusus kepada perempuan, anak-anak, lansia, dan disabilitas, khususnya implementasi pendirian hunian sementara (huntara).
"Jadi, misalnya pendirian huntara itu harus memperhatikan kebutuhan spesifik perempuan," kata Wamen PPPA Veronica Tan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Veronica Tan: Mikrogreen solusi pemberdayaan perempuan korban bencana
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
