
BKPA Jakarta salurkan puluhan gerobak sorong pemulihan pascabencana di Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Badan Koordinasi Perantau Agam (BKPA) di Jakarta menyalurkan bantuan gerobak sorong sebanyak 33 unit untuk pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat.
Bantuan tersebut langsung diserahkan oleh Sekretars Jenderal Bakor Perantau Agam Yonnoviar Guci didampingi pengurus lainnya Supratman dan Akhirudin kepada Staf Ahli Bupati Agam Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Taslim di posko utama di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam.
"Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian perantau Agam terhadap upaya pemulihan pascabencana, khususnya untuk membantu kegiatan gotong royong dan pembersihan lingkungan di wilayah terdampak," kata Yonnoviar Guci di Lubuk Basung, Jumat
Ia mengatakan bantuan yang disalurkan saat ini merupakan himpunan bantuan dari para donatur yang diberikan untuk korban longsor di Agam.
"Semoga bermanfaat bagi korban dalam membersihkan lokasi masing-masing yang tertimpa lumpur dan material longsoran lainnya," katanya.
Ia menambahkan semoga bantuan gerobak sorong ini bermanfaat dalam menunjang aktivitas masyarakat dan relawan di lapangan, terutama dalam percepatan proses rehabilitasi dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Bantuan susulan akan diserahkan di masa selanjutnya dari para donatur nantinya.
Staf Ahli Bupati Agam Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Taslim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKPA Jakarta atas perhatian dan dukungan yang diberikan.
"Bantuan ini akan disalurkan kepada masyarakat korban longsor dalam membersihkan lokasi masing-masing, sehingga rumahnya bisa dibersihkan dari material tanah longsor agar dapat digunakan kembali seperti sebelumnya," katanya.
Ia berharap sinergi dan kepedulian para perantau terus terjalin, sehingga upaya pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Bencana hidrometeorologi melanda daerah itu mengakibatkan 163 orang meninggal dunia tersebar di Kecamatan Malalak 14 orang, Palupuh satu orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Ampek Nagari satu orang dan Palembayan 136 orang.
Sedangkan 38 korban hilang tersebar di Kecamatan Malalak tiga orang, Tanjung Raya dua orang, Lubuk Basung satu orang dan Palembayan 32 orang.
"Pencarian korban hilang resmi dihentikan berdasarkan surat dan persetujuan dari para ahli waris, Senin (22/12)," katanya.
Banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung juga mengakibatkan 26 orang terisolir, warga mengungsi 3.919 orang, rumah rusak ringan 367 unit, rusak sedang 287 unit, rusak berat 851 unit.
Selain itu jalan rusak 21 titik, jembatan rusak 28 titik, tempat ibadah 27 unit, fasilitas pendidikan 121 unit, lahan pertanian 2.188,77 hektare, ternak 5.481 ekor dan lainnya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
