TNI AU kerahkan dua Hercules antar logistik ke Sumatera

id TNI AU, Hercules,Sumatera,bantuan,bencana,bencana di Sumatera

TNI AU kerahkan dua Hercules antar logistik ke Sumatera

Prajurit TNI bersiap memasukkan bantuan untuk korban bencana ke dalam pesawat Hercules C-130 A-1340 TNI AU di Lanud Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Selasa (9/12/2025). Pangkalan TNI Angkatan Udara Lanud Soewondo Medan menjadi posko terpadu penyaluran bantuan korban bencana longsor dan banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.ANTARA FOTO/Yudi Manar/tom.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pihaknya kembali mengerahkan dua pesawat angkut Hercules untuk mengantar logistik ke wilayah bencana di Sumatera, Rabu.

"Kita kerahkan dua pesawat angkut, C-130J Super Hercules A-1339 dan C-130 Hercules A-1326, untuk menyalurkan 18.949 kilogram bantuan kemanusiaan," kata I Nyoman saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.

I Nyoman mengatakan pengerahan pesawat Hercules itu dalam rangka mendukung upaya pemerintah memastikan logistik sampai di tangan korban bencana dengan selamat.

Dia melanjutkan, pesawat C-130J Super Hercules A-1339 lebih dulu diberangkatkan menuju Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) dengan membawa 5.214 kilogram bantuan yang terdiri dari pakaian, sembako, serta filter air.

"Pesawat C-130 Hercules A-1326 diterbangkan menuju Lanud Soewondo (SWO) dengan mengangkut 13.735 kg bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan mandi," tambah I Nyoman.

Setelah sampai di posko logistik di lanud, TNI AU, AD dan AL akan mengerahkan helikopternya untuk mendistribusikan bantuan ke lokasi bencana yang masih terisolir.

I Nyoman memastikan, seluruh pesawat angkut TNI AU masih terus beroperasi mengantar logistik ke wilayah bencana.

Dengan adanya bantuan tersebut, dia berharap proses pemulihan pascabencana bisa berjalan dengan maksimal.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.