Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam tanggung biaya berobat korban banjir bandang

Rabu, 10 Desember 2025 16:51 WIB
Image Print
Polres Agam dan Disdukcapil Agam sedang mengindentifikasi korban meninggal dunia dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Dok ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menanggung seluruh biaya berobat bagi korban banjir bandang melanda daerah itu dan sebanyak 75 pasien dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung sampai Selasa (9/12) sore.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, Muhammad Riko Krisman di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan seluruh pelayanan bagi korban bencana tidak dipungut biaya, baik untuk rawat inap, tindakan operasi, obat-obatan, hingga kebutuhan pemeriksaan lanjutan ditanggung Pemkab Agam selama tanggap darurat.

"Ini sesuai dengan Surat Keputusan Tanggap Darurat yang telah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Agam, sehingga semua korban berhak memperoleh layanan penuh tanpa beban biaya," katanya.

Ia mengatakan penanganan terhadap korban bencana di RSUD Lubuk Basung terus dilakukan secara menyeluruh sejak gelombang pasien mulai berdatangan.

Dari data yang ada, tercatat 75 pasien telah mendapatkan penanganan di RSUD Lubuk Basung sampai Selasa (9/12) pukul 16.00 WIB.

Untuk korban dirawat sebanyak 10 orang, tiga pasien dirujuk ke rumah sakit lain dan dua orang meninggal dunia. Sementara 61 pasien telah dipulangkan setelah kondisi membaik dan 37 pasien telah menjalani operasi.

"Situasi ini membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan stamina yang baik dari tim medis dan tenaga kesehatan.

Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan maksimal," katanya .

Ia menambahkan pada umumnya korban mengalami luka berat, seperti robekan kulit, kerusakan jaringan, serta patah tulang di beberapa bagian tubuh.

Setelah itu, ada pula korban yang mengalami cedera pada wajah dan kepala, sehingga memerlukan perbaikan jaringan dan tindakan lanjutan.

"Beberapa pasien harus dirawat intensif karena infeksi luka atau gangguan pernapasan akibat benturan keras," katanya.

Ia menambahkan RSUD Lubuk Basung memastikan ruang operasi, IGD, dan ruang perawatan tetap siaga 24 jam meski beban kerja meningkat tajam.

Seluruh tenaga kesehatan bekerja bergiliran untuk menjaga layanan tetap aman dan cepat.

Selain menangani korban selamat, RSUD Lubuk Basung juga tengah melaksanakan proses satu

identifikasi jenazah. Dari 27 kantong jenazah yang diterima, 13 telah berhasil diidentifikasi, sementara 14 lainnya masih dalam proses.

Saat ini terdapat delapan jenazah di ruang penyimpanan RSUD Lubuk Basung, 13 sudah dipulangkan ke keluarga, dan enam jenazah berada di RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan.

Identifikasi dilakukan oleh tim gabungan DVI Polda Riau, Polda Sumbar, Polres Agam, Dinas Dukcapil Agam, Dinkes Agam, serta UPTD RSUD Lubuk Basung. Pemeriksaan dilakukan melalui ciri fisik, sidik jari, barang yang digunakan korban, serta struktur gigi.

"Jika belum ditemukan kecocokan, identifikasi dilakukan melalui tes DNA dari keluarga inti," katanya.

Pemkab Agam mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan untuk mempercepat pemulihan para korban dan memperlancar proses identifikasi jenazah.

Ia menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis keluarga penyintas, yang membutuhkan pendampingan dan terapi pemulihan mental oleh tenaga profesional agar dapat pulih dari trauma pascabencana.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026