Logo Header Antaranews Sumbar

Gubernur Sumbar tegaskan wakaf solusi pembangunan berkelanjutan

Selasa, 11 November 2025 12:08 WIB
Image Print
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi saat diwawancarai di Padang. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan wakaf merupakan salah satu solusi untuk pembangunan berkelanjutan di provinsi tersebut.

"Wakaf harus dioptimalkan sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat," kata Mahyeldi di Kota Padang, Selasa.

Mahyeldi mengatakan terdapat beberapa langkah strategis yang akan menjadi fokus dalam penguatan pengelolaan wakaf produktif di Ranah Minang.

Pertama penguatan ekonomi umat. Menurutnya, wakaf tidak boleh hanya dipahami sebagai amal ibadah, melainkan juga sebagai solusi nyata untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

"Jika dikelola secara profesional, wakaf dapat menjadi kekuatan ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan sosial," kata Mahyeldi.

Kedua, lanjut dia, wakaf bisa menciptakan gerakan nyata. Salah satunya melalui Konferensi Wakaf Internasional yang akan digelar di Padang pada 15-16 November 2025 sebagai momen penting kebangkitan ekonomi umat.

Tambahan informasi, Konferensi Wakaf Internasional 2025 akan mengusung tema "Wakaf untuk Pembangunan Berkelanjutan" dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk ulama dan akademisi dari berbagai negara seperti Mesir, Maroko, dan Arab Saudi.

Mahyeldi berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Sumbar di kancah internasional, tetapi juga melahirkan rekomendasi strategis untuk pengembangan ekosistem wakaf secara global.

"Semoga hasil konferensi nantinya tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu melahirkan langkah konkret yang berdampak langsung pada masyarakat," ucapnya.

Langkah strategis ketiga ialah menjadikan Sumbar sebagai pusat percontohan wakaf produktif, termasuk melalui konferensi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar ingin menjadikan wilayah itu sebagai contoh daerah yang berhasil mengelola wakaf secara modern, transparan, serta berdaya guna, di tingkat nasional maupun global.

Keempat, peningkatan literasi wakaf. Sebab, menurut dia, perlu adanya kesadaran masyarakat mengenai wakaf produktif mengingat masih banyak aset wakaf di daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Jadi wakaf pada dasarnya perlu dikelola secara produktif agar benar-benar memberi manfaat bagi umat," ucap Gubernur Sumbar Mahyeldi.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026