Penegasan Aturan Internal Ramlan Nurmatias Pimpin Bukittinggi Gemilang

id Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias,Bukittinggi Gemilang,Wisata Jam Gadang

Penegasan Aturan Internal Ramlan Nurmatias Pimpin Bukittinggi Gemilang

Wali Kota Bukittinggi Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias Datuak Nan Basa  (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mewarnai pemerintahan Kota Wisata Jam Gadang di Sumatera Barat dengan beberapa penegasan kebijakan aturan yang dimulai dari internal kepegawaian.

Sebagai pucuk pimpinan, ia secara terbuka mengkritik dan memberi penegasan kepada bawahan demi mewujudkan visi misi "Bukittinggi Gemilang".

Di masa jabatan keduanya yang kali ini bersama Wakil Wali Kota Ibnu Asis dan dimulai awal 2025, Ramlan Nurmatias yang juga bergelar adat Datuak Nan Basa menitikberatkan pada pembenahan kota dan penegakan disiplin internal pemerintah kota.

Gebrakan awal, dilakukan penegasan terkait kondisi Terminal Aur Kuning yang divonis semrawut, parkir ilegal, terminal bayangan, kondisi Taman Jam Gadang, antisipasi kebocoran pendapatan daerah di objek wisata, pemaksimalan kembali aset milik Pemkot Bukittinggi, perbaikan fasilitas umum, penegasan batas daerah dan lainnya.

"Banyak yang harus kami perbaiki untuk Kota Bukittinggi, Insya Allah bisa lebih baik lagi, mohon doa dan dukungan dari masyarakat. Kami yakin semua memiliki kepentingan, tapi kepentingan mana yang didahulukan adalah yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak. Ini harus diluruskan bagaimana fungsi dari kota itu," kata Ramlan, Januari 2025.

Beberapa perencanaan pembangunan tetap diupayakan seperti rencana revitalisasi Pasar Bawah, pembangunan Pustaka berstandar Internasional, pembangunan Gedung Sekolah, Sumber Mata Air, Fasilitas Olahraga, Kesenian dan Hiburan serta lainnya.

Wali Kota Bukittinggi Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias Datuak Nan Basa (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Ramlan memulai tugasnya di momen mendekati masa Ramadhan dan Lebaran, terobosan pemberlakuan Pasa Pabukoan di Jalan Stasiun diberikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar saat itu.

Ai Mancur Jam Gadang yang lama mati dan kumuh, dihidup dan diasrikan kembali agar tetap menjadi magnet wisatawan berkunjung di Hari Raya.

Aturan utama dari Ramlan Nurmatias adalah penegakan aturan yang berkesesuaian. Ia tidak mentolerir adanya premanisme dalam pemerintahannya.

"Negara membayar gaji untuk kita bekerja untuk masyarakat, kembalikan fungsi pelayanan dan pembangunan, jangan coba-coba lagi ada dinas malah takut dengan pegawai ini atau itu," tegas Ramlan saat Apel Pegawai perdananya setelah menjabat.

"Saya akan kejar terus janji pegawai, disiplin jangan dimain-mainkan, kita lihat dan evaluasi semua kinerja, jangan coba-coba membisikkan apa-apa ke saya, saya tau semuanya, kita benahi kembali kinerja," tegasnya.

SKPD diperintahkan untuk memaksimalkan sumber PAD melalui E-Money objek wisata berbayar termasuk rekomendasi parkir. Langkah ini dijalankan demi mencegah kebocoran dana daerah.

"Gedung Parkir dibangun dengan uang rakyat, tidak adanya yang coba-coba memungut uang tanpa regulasi jelas di sini. Itu namanya Pungli, semua harus masuk kas daerah," jelas Ramlan.

Hasilnya, di libur lebaran 2025, Bukittinggi meraih pendapatan hingga Rp 3 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,8 miliar.

Wali Kota Bukittinggi Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias Datuak Nan Basa (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Ramlan berkomitmen Bukittinggi pantas diberikan julukan Kota Perjuangan dengan latar belakang sejarahnya. Untuk memulainya, pegawai pemerintah diminta tegas memberikan tauladan kepada masyarakat.

"Disiplin adalah kunci utama dalam bekerja, sistem kehadiran diperketat. Tidak ada lagi toleransi bermain-main. Kita digaji dari pajak rakyat, jadi mari bekerja dengan tanggung jawab. Loyal pada pimpinan itu wajib, tapi selama itu tidak melanggar peraturan. Saya maunya berkeadilan," kata Ramlan Nurmatias.

Aset daerah turut menjadi perhatian Wali Kota yang dijuluki Bapak Pembangunan Bukittinggi itu, ia langsung mengecek kondisi bangunan milik pemerintah, fasilitas umum hingga kendaraan dinas.

"Jangan ada lagi kasus mobil dinas yang disebut hilang dari pool, kendaraan dinas dibeli dengan uang rakyat dan harus dirawat. Ini komitmen untuk menjaga aset daerah demi pelayanan publik yang baik," kata Ramlan.

Wali Kota Bukittinggi Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias Datuak Nan Basa (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)
Wali Kota berdarah Kurai (penduduk asli Bukittinggi) itu tidak berbasa-basi dalam menindaklanjuti disiplin pegawai baru ataupun senior.

Setiap informasi yang melibatkan pelanggaran regulasi, tidak ditutupi dan bahkan direspon dengan ancaman sanksi.

Penerimaan pegawai baru dari jalur kontrak berkala, diseleksi sedemikian rupa hingga puluhan orang terelaminisir dengan sendirinya.

Ramlan tidak menghendaki calon bawahannya bertato, terindikasi narkoba dan pelanggaran lainnya.

Bagi bawahan yang dirasa bersalah atau bermasalah, diperintahkan untuk diperiksa mendalam oleh Inspektorat.

"Kembali saya tegaskan, jangan coba main-main dengan saya terkait regulasi dan kedisiplinan. Semua dipantau, inspektorat silahkan periksa semua itu yang bermasalah. Berikan peringatan atau sanksi," begitu Ramlan bertegas-tegas kepada jajarannya untuk mewujudkan pelayanan masyarakat maksimal demi visi misi demi Bukittinggi Gemilang.

Wali Kota Bukittinggi Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias Datuak Nan Basa (ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.