Logo Header Antaranews Sumbar

Kompetensi bahasa asing dan karakter adaptif antarkan Indira dari Sawahlunto berkuliah ke China

Kamis, 30 Oktober 2025 17:09 WIB
Image Print
Indira Nayla Assyifa, mahasiswi Suzhou Institute of Trade and Commerce China yang merupakan anak Sawahlunto. (Antarasumbar/HO-dokumentasi pribadi)

Sawahlunto (ANTARA) - Mahasiswi Suzhou Institute of Trade and Commerce China asal Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, Indira Nayla Assyifa menilai penguasaan bahasa asing, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi proses dan kegagalan menjadi fondasi utama bagi pelajar daerah untuk menembus kampus luar negeri.

Indira menyampaikan dirinya belajar bahasa Mandarin intensif selama enam bulan sebelum seleksi dan menganggap itu menjadi investasi paling berharga dalam proses menuju mimpi berkuliah di kampus berskala internasional.

"Belajar Mandarin enam bulan itu sangat membantu. Bahasa adalah kunci. Dari situ saya bisa percaya diri ikut tes dan akhirnya lulus," kata Indira dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Sawahlunto, Kamis.

Dia menempuh pendidikan dasar hingga SMP di Sawahlunto, yakni TK RA Al-Hidayah Lubang Panjang, SDN 03 Lubang Panjang, lalu SMPN 2 Sawahlunto setelah itu melanjutkan SMA di Nurul Ikhlas Padang Panjang, hingga kemudian berhasil diterima di Suzhou Institute of Trade and Commerce.

Ia bercerita proses penerimaan dirinya berawal dari sekolah yang memiliki program empat bahasa (Mandarin, Arab, Inggris, dan Jepang) serta dukungan guru yang memberikan informasi beasiswa ke China. Setelah menjalani rangkaian tes dan persiapan bahasa, ia resmi lolos sebagai mahasiswa internasional di kampus negeri tirai bambu tersebut.

Setelah sekarang masuk di minggu ketiga kuliah, Indira menggambarkan suasana belajar di kampusnya sangat suportif dan inklusif.

"Laoshi (dosen) di sini sangat sabar, ramah, dan selalu mau bantu sampai kita paham. Teman-teman juga baik, dari Vietnam, Pakistan, Tajikistan, Kazakhstan dan China. Saya merasa sangat didukung," kata dia.

Menurut dia, kemampuan berbaur, memilih lingkungan yang positif, dan melatih kemandirian menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa internasional.

Indira menilai pemerintah daerah dapat mendorong lebih banyak anak muda Sawahlunto melanjutkan kuliah ke luar negeri melalui dukungan dan fasilitasi yang konkret.

"Pemerintah bisa beri reward untuk anak daerah yang kuliah di luar negeri. Atau minimal berikan informasi beasiswa di kampus asing, kemudian mendorong peningkatan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah," kata dia.

Ia juga menekankan pentingnya literasi bahasa asing bagi pelajar dari daerah.

"Bahasa itu segalanya. Dengan bahasa, kita bisa bangun relasi internasional. Dunia berubah cepat, kita harus adaptif dan terus belajar," ujarnya mengungkapkan.

Menyampaikan pesannya bagi Gen Z Sawahlunto, Indira menegaskan agar anak muda berani mencoba, menerima proses, dan tidak takut gagal.

"Kalau gagal, jadikan pelajaran untuk evaluasi diri. Jangan menunggu kesempatan sempurna, mulai dari diri sendiri dan komunitas. InsyaAllah kita bisa," katanya.

Pengalaman Indira menjadi contoh bahwa pelajar dari kota kecil bersejarah seperti Sawahlunto bisa menembus persaingan global melalui kesiapan kompetensi, mental adaptif, dan keberanian mengejar mimpi.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026