
Pengamat: Putaran Dua Pilkada Padang Berlangsung Ketat

Padang, (Antara) - Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Fisip Universitas Andalas (Unand) Padang Asrinaldi menilai putaran dua pemilihan kepala daerah (Pilkada) Padang 2013 pada 18 Desember akan berlangsung ketat. "Akan ada pertarungan antara masyarakat yang mendukung sistem pembaharuan dan yang pro pemerintahan yang melanjutkan," kata dia di Padang, Selasa. Menurutnya, hal ini memungkinkan dua pasangan calon wali kota yakni Desri Ayunda-James Helliward dan Mahyeldi-Emzalmi mendapat keuntungan dan kerugian. Ada beberapa skenario dalam masyarakat yang mungkin terjadi saat pemilihan nantinya, sebutnya. Pertama, jika golput atau yang tak memilih bertambah ada kemungkinan keuntungan akan berpihak pada pasangan calon wali kota Mahyeldi-Emzalmi. Ini tentunya berkaca pada kegemilangan Mahyeldi-Emzalmi memperoleh suara terbanyak pada putaran pertama yakni 29 persen lebih. Namun jika jumlah golput berkurang dan pemilih bertambah menjadikan kemungkinan bagi Desri Ayunda dan James Helliward menang. Hal ini bisa terjadi karena adanya penambahan dukungan bagi Desri-James dari masyarakat yang sebelumnya memilih calon pasangan wali kota lain di luar keduanya. Selain itu katanya, ada kemungkinan juga pemilih bertambah dan cenderung memilih Mahyeldi-Emzalmi. Kesemuanya tergantung pada saat masa kampanye dan mengacu pada ideologi yang dianut masing-masing calon. Sebagai contoh pendukung cawako Maigus Nasir, ada kemungkinan akan mendukung Mahyeldi karena memiliki persamaan ideologi atau tidak memilih sama sekali, imbuhnya. Kecenderungan ini akan muncul dari hasil poling dan persepsi masyarakat terhadap karakter masing-masing calon. Meskipun demikian, Asrinaldi optimis pada Pilkada putaran dua nantinya akan ada penambahan jumlah suara hingga 65 persen. Hal ini dapat terjadi mengingat pilkada ini merupakan solusi terakhir untuk memastikan wali kota Padang terpilih. Sehingga akan ada partisipasi masyarakat Kota Padang nantinya untuk datang ke tempat pemungutan suara. "Masyarakat tidak buta untuk memilih pemimpin yang terbaik," katanya. (**/den)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
