Lubuk Sikaping (ANTARA) - Puskesmas Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman terus berinovasi meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas Cubasak Ns. Gusni Amrita S.Kep mengatakan bahwa salah satu diantaranya memberikan layanan cek kesehatan dan pelayanan gratis untuk mencegah penyakit frambusia.
"Kita laksanakan pengecekan kesehatan gratis terhadap masyarakat. Pelayanan kesehatan kali ini sebanyak 140 orang warga Nagari Cubadak Tengah, Kecamatan Dua Koto. Terhadap masyarakat kita lakukan pengecekan laboratorium sederhana dan gula darah," terang Ns. Gusni Amrita, Jumat.
Dari hasil pemeriksaan ini kata dia dapat dideteksi jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat untuk diberikan layanan kesehatan gratis.
"Langkah penanganan dasar kita lakukan baik lewat obat yang ada di Puskesmas. Jika memang ditemukan penyakit yang parah akan dirujuk secara berjenjang tingkat fasilitas kesehatan yang ada," tambahnya.
Frambusia kata Ns. Gusni Amrita merupakan penyakit menular jangka panjang (kronis) yang disebabkan oleh bakteri treponema pertenue, menyerang kulit, tulang, dan tulang rawan, serta dapat menyebabkan cacat fisik.
"Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung antara luka terbuka pada kulit dengan luka frambusia, dan paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun," katanya.
Untuk gejala awal kata dia muncul lesi atau ruam pada kulit yang mirip stroberi atau raspberry, yang kemudian bisa menimbulkan kerak kuning.
"Jika tidak ditangani, frambusia bisa berlanjut ke tahap lanjutan yang menyerang kulit, tulang, dan tulang rawan, menyebabkan cacat fisik dan gangguan penampilan," katanya.
Penyakit ini kata dia rentan terjadi di lingkungan yang kumuh, hangat, dan lembap, serta berkaitan dengan kebersihan perorangan yang buruk.
"Pengobatan frambusia melibatkan antibiotik seperti azithromycin atau penisilin benzatin untuk memberantas bakteri penyebab infeksi," katanya.
Pencegahan dan penanganan kebersihan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kunci untuk mencegah penularan frambusia.
"Kami dari Puskesmas Cubadak meluncurkan inovasi layanan 'Sicantik Bangkit'. Lewat inovasi ini kita lakukan sosialisasi PHBS dan layanan kesehatan," katanya.
Simbol layanan kesehatan dan harapan hidup yang lebih baik, merefleksikan peran tenaga kesehatan dalam memberikan skrining dan pencegahan penyakit.
"Bersama jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Cubadak turun langsung ke masyarakat untuk bersama-sama jaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian pertumbuhan, dan pola hidup berkelanjutan yang menyehatkan masyarakat," katanya.
Tulisan “SI CANTIK BANGKIT” Biru Muda
Memberikan kesan tenang, bersih, terpercaya, serta sebagai ajakan masyarakat untuk bersama-sama bangkit melalui gerakan hidup sehat.
"SI CANTIK BANGKIT bukan hanya tentang inovasi kesehatan, tapi juga menggambarkan perlindungan, kepedulian, kepatuhan regulasi, serta ajakan kolektif masyarakat untuk bangkit dengan pola hidup sehat," tukasnya.
