Tim PMKM UNP latih guru di Sijunjung bahan ajar berbasis STEM dan teknologi virtual SEM

id Tim PMKM UNP,Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM), Universitas Negeri Padang (UNP),Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat

Tim PMKM UNP latih guru di Sijunjung bahan ajar berbasis STEM dan teknologi virtual SEM

Padang (ANTARA) - Tim Pengabdian Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM), Universitas Negeri Padang (UNP), melaksanakan pelatihan inovasi bahan ajar IPA berbasis teknologi, dan pendekatan Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM), bersama para guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat.

"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru, dalam mengembangkan bahan ajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," kata Ketua Tim Pengabdian PMKM UNP, Intan Lestari Mulyaning Tyas, di Padang, Kamis.

Ia menjelaskan salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam pelatihan, adalah pemanfaatan Virtual Scanning Electron Microscope (Virtual SEM), dalam pembelajaran IPA tingkat SMP.

Menurut Intan, inovasi pembelajaran menjadi kebutuhan penting di era Pendidikan 4.0.

Laboratorium virtual seperti Virtual SEM, memungkinkan eksperimen dilakukan secara fleksibel tanpa terbatas ruang dan waktu.

"Laboratorium virtual ini, menghadirkan simulasi eksperimen layaknya laboratorium nyata," jelasnya.

Ia menambahkan pada tingkat SMP, peserta didik umumnya hanya mengenal mikroskop cahaya. Mikroskop elektron yang lebih canggih jarang dijumpai karena keterbatasan fasilitas.

“Virtual SEM memberikan solusi atas keterbatasan itu. Peserta didik dapat mempelajari struktur mikro dengan lebih detail melalui simulasi interaktif,” lanjutnya.

Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, penerapan pendekatan STEM dalam kegiatan ini, melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif peserta didik.

Pendekatan ini mengintegrasikan empat

disiplin ilmu dalam mengeksplorasi konsep-konsep sains secara mendalam, meningkatkan literasi sains, keterampilan teknis, dan pemahaman materi.

“Dengan mengintegrasikan Virtual SEM berbasis STEM, peserta didik tidak hanya belajar konsep, tetapi juga merasakan pengalaman eksperimen secara virtual," jelasnya.

Hal ini membuat pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan pengayaan materi.

"Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, penerapan pendekatan STEM dalam kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif peserta didik," katanya.

Pendekatan ini membuat peserta didik dapat mengeksplorasi konsep-konsep sains secara mendalam, meningkatkan literasi sains, keterampilan teknis, dan pemahaman materi.

“Dengan mengintegrasikan Virtual SEM, peserta didik tidak hanya belajar konsep, tetapi juga merasakan pengalaman eksperimen secara virtual," jelasnya.

Menurutnya dengan kondisi saat ini, guru juga harus mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Pembelajaran berbasis teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru harus siap mengintegrasikan teknologi agar peserta didik memiliki daya saing di era digital.

"Dengan pelatihan ini, guru juga memperoleh keterampilan untuk mengembangkan bahan ajar inovatif, yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari," katanya.

Pelatihan berbasis STEM ini digelar secara daring dan luring

Untuk kegiatan daring digelar pada 29 Juli lalu dengan topik, “Pembelajaran IPA Berbasis STEM dan Teknologi”.

Sementara itu, sesi luring digelar pada 1 Agustus, di SMPN 38 Sijunjung, dengan topik “Inovasi Bahan Ajar IPA Terintegrasi Virtual SEM Berbasis STEM”.

Adapun tim pengabdian ini terdiri dari dosen lintas departemen, yaitu selaku ketua, Intan Lestari Mulyaning Tyas, S.Pd., M.Pd., dari Departemen Pendidikan IPA, FMIPA.

Lalu anggotanya Gita Rahmi, S.Pd., M.Pd., dari Departemen PGSD, FIP, dan Ade Sazaliana, M.Pd. dari Departemen Pendidikan IPA, FMIPA.

Selain itu, empat mahasiswa dari Departemen Pendidikan IPA, FMIPA juga dilibatkan yakni Rio Sumantri, Amelia Frizona Putri, M. Rafis Pratama, dan Anggi Amelia.

"Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen UNP, dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21, dalam menciptakan pendidikan berkualitas," lanjutnya.

Ia menyebut hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 pendidikan berkualitas.

"Kegiatan ini bertujuan menciptakan pendidikan yang berkualitas, dan menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata, serta mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua orang," jelasnya.

Peningkatan pendidikan akan memacu pencapaian terhadap tujuan, dan sasaran lainnya dalam 17 poin SDGs, terutama untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.